MAGELANG –Syecher Mania di Magelang dan sekitarnya mendapat pesan penting dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Mereka diajak untuk menjaga kondusifitas dalam gelaran Pilpres dan Pileg 2019 mendatang. Habin Syech menyatakan hal tersebut dalam tausyiahnya di Jateng Bersholawat bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, di Alun-alun Kota Magelang, Senin Malam

“Sing rukun, sing apik. Tunjukkan pada dunia bahwa Jawa Tengah masyarakatnya rukun dan damai,” katanya.

Hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua PW GP Ansor Jateng H Sholahuddin Aly, Ketua Pimpinan Pusat Majelis Dzikir dan Sholawat GP Ansor HR Mahfud Hamid, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, KH Achmad Khalwani dari Purworejo dan lainnya. Menurut Habib Syech, tugas masyarakat hanya memilih dan bukan menentukan pilihan di Pilpres dan Pileg. Maka, tidak ada alasan untuk saling bertengkar bahkan memecah belah kerukunan antar sesama bangsa.

“Tugas kita hanya memilih, yang menentukan adalah Allah SWT. Dadi ojo podho padhu (jadi jangan saling bertengkar), setelah memilih pasrahkan saja pada Allah untuk menentukan pilihan mana yang terbaik,” tuturnya

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengucapkan terimakasih kepada Syecher Mania atas antusiasme yang ditunjukkan selama kegiatan Jateng Bersholawat. Meskipun diguyur hujan, mereka tetap antusias mengikuti acara ini.

“Saya ingat beberapa tahun lalu saat Jateng Bershalawat di Cilacap, sama seperti sekarang, meskipun diguyur hujan, namun tidak ada yang kesusahan. Semuanya bergembira,” ujarnya.

Di hadapan ribuan Syechermania, Ganjar tak lupa berpesan untuk terus menjaga dan menebarkan perdamaian. Apalagi tahun depan negara Indonesia akan menghadapi Pilpres dan Pileg.

“Saya titip, Jateng harus menjadi contoh dalam menjaga perdamaian di ajang Pilpres dan Pileg nanti. Beda pilihan itu biasa, asal jangan sampai merusak kerukunan antar bangsa,” tegasnya.

Salah satu upaya untuk menjaga perdamaian tersebut, lanjut Ganjar, adalah menahan buruk sangka kepada para calon. Masyarakat diminta tidak membicarakan kejelekan-kejelekan calon yang akan bertarung dalam Pilpres dan Pileg.

“Jangan bicarakan kejelekan calon, bicarakan saja kebaikan-kebaikan mereka. Dengan begitu, maka pikiran, hati dan nalar kita menjadi tenang dan dapat menilai serta memilih calon pemimpin yang terbaik. Ingat, Jateng kudu ayem tentrem yo,” harapnyatambahnya.

Hujan rintik-rintik ternyata tidak menghalangi semangat masyarakat untuk hadir pada acara tersebut. Mereka datang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. dengan properti seperti bendera dan syal. Syecher Mania larut dalam lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. (dem/fn)