PURWOREJO-Pembangunan Rumah Sakit Tipe C Purworejo yang berada di Jalan Sukarno-Hatta atau ringroad selatan, tepatnya di Kelurahan Borokulon Kecamatan Banyuurip akan diselesaikan tahap pertamanya di akhir bulan ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) optimis jika pihak penggarap yakni PT Hutama Karya akan bisa menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak yang ada.

“Kita optimis dan terus melakukan pemantauan agar pelaksanaan pembangunan bisa tepat waktu,” kata Plt Kepala DPU PR Purworejo, Suranto, Selasa (11/12).

Menurutnya, batas waktu pembangun di tahap pertama ini akan berakhir di tanggal 28 Desember. Sedangkan pekerjaan yang tengah dilakukan sebagian besar merupakan finishing. Dari pihak penggarap sendiri telah melakukan berbagai upaya seperti penambahan tenaga dan jam kerja.

“Intinya kami terus mengkomunikasikan dengan pihak HK dan semua berproses seperti rencana,” imbuh Suranto.

Meski terus dikejar waktu, Suranto meminta agar pekerjaan tidak dilakukan secara asal-asalan dan menomorsatukan kualitas. Dan secara periodik, tim dari DPU PR melakukan pengecekan ke lokasi.

“Semua pasti berharap yang terbaik, dan kami memang berusaha mengedepankan mutu dari hasil pekerjaan ini makanya pengawasan dan pantauan terus dilakukan,” tambahnya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Purworejo, Ngadianto melihat antara batas akhir dan jenis pekerjaan yang dilakukan memang cukup mepet. Secara khusus, Komisinya memang telah melakukan kunjungan lapangan untuk melihat dari dekat.

“Kegiatan ini kita lakukan pekan kemarin. Sebenarnya tidak secara khusus ke Rumah Sakit Tipe C saja, tapi ada beberapa pekerjaan yang kita lihat. Dari keterangan pihak penggarap, kita bisa melihat bahwa mereka berusaha keras untuk bisa menyelesaikan tepat waktu,” kata Ngadianto.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menenekankan agar pekerjaan harus tetap bisa maksimal dan tidak permasalahan di belakang hari. Keberadaan rumah sakit itu sendiri memang akan sangat membantu masyarakat di Kabupaten Purworejo karena belum ada rumah sakit tipe yang sama di Purworejo.

“Keinginan masyarakat begitu tinggi terhadap rumah sakit ini, makanya pekerjaan juga tidak boleh asal-asalan. Kami tidak ingin nantinya ada masalah saat rumah sakit beroperasi karena masalah bangunan,” imbuh Ngadianto. (udi/fn)