SLEMAN – Ketua Tim Supervisi Operasi Mantap Brata 2018/2019 Brigjen Polisi Wahyudi Hidayat memastikan Polda DIJ siap 100 persen menghadapi Pemilu 2019. Berupa kesiapan personel, kendaraan taktis, hingga perangkat software dunia maya.

Pria yang menjabat Dirpolsatwa Korsabhara Baharkam Mabes Polri tersebut memandang dinamika Jogjakarta tinggi. Penyebabnya, kemajemukan warganya. Jogjakarta diibaratkan Indonesia mini.

“Untuk menghadapi itu, Polda DIJ telah siap. Meski tidak semua sarana prasarana ditampilkan, tapi saya yakin sudah siap,” kata Wahyudi usai meninjau kesiapan pasukan di Mapolda DIJ, Selasa (11/12).

Dia meminta setiap kesatuan bertindak sesuai perannya. Satgas Gakum memiliki peran menerima laporan dan penyidikan untuk tindak pidana Pemilu. Adapula satgas preventif yang memiliki tugas mencegah kericuhan.

“Potensi rawan memang ada. Dari masa kampanye hingga penetapan pileg maupun pilpres. Jadi tidak hanya fokus pada pencoblosan. Adapula penjagaan di Bawaslu hingga pengawalan logistik Pemilu,” ujar Wahyudi.

Kabid Humas Polda DIJ, AKBP Yuliyanto mengatakan pengerahan kekuatan mencapai 2/3 pasukan. Saat ini, jumlah personel Polda DIJ mencapai sekitar 10.000 orang. Pengerahan personel pada masa kampanye sekitar 6.000 personel.

Peran personel Operasi Mantap Brata Progo tidak hanya pada masa kampanye. Setidaknya langkah preventif telah dilakukan sedari dini. Mulai antisipasi potensi kericuhan hingga pendataan tempat pemungutan suara (TPS) kategori rawan.

Terkait pelanggaran pemilu, Kapolres Sleman medio 2016 tersebut memastikan objektif. Polisi tidak terikat partai politik dan konstituennya. Jika ada laporan pelanggaran Pemilu, polisi tetap akan bertindak.

“Bisa juga saat masa kampanye ada pelanggaran lalu lintas, kami kenakan sesuai pasalnya,” tegasnya.

Pihaknya telah menyiagakan seluruh babinkamtibnas. Peran personel kepolisian di tingkat perdesaan ini sangat penting. Mampu memetakan TPS rawan hingga potensi kericuhan.

Dia mendorong babinkamtibnas peka terhadap arus informasi dunia maya. Berdasarkan catatan Polda DIJ, tidak sedikit kericuhan berawal dari hoax. Salah satu peran utama babinkamtibmas adalah klarifikasi data asli dan mencegah peredaran hoax.

“Terutama mendinginkan situasi di wilayah binaannya. Agar warga tidak termakan hoax, kampanye hitam, kampanye negatif dan pelanggaran Pemilu lainnya. Kami juga siagakan patroli siber,” ujarnya. (dwi/iwa/fn)