PURWOREJO-Sedikitnya 208 anak dari 16 kecamatan yang memiliki kemampuan seni baca Quran mendapat pembinaan dan pelatihan dari Pemerintah Kabupaten Purworejo di ruang Arahiwang Kompleks Kantor Bupati, Senin (11/12). Difasilitasi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anak sehingga mampu berbicara banyak saat digelar seleksi baik di tingkat daerah maupun nasional.

Kepala Bidang Kesra Setda Purworejo Bambang Sadyanto Hastono mengungkapkan prestasi terakhir Purworejo di ajang Lomba Musabaqoh Tilawatil Quran yang diadakan di Kebumen beberapa waktu lalu. Meraih 1 peringkat pertama dan harapan 1, Purworejo ternyata mampu nangkring di 5 besar diantara 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kita mendapatkan 1 juara pertama ini sudah bisa mendongkrak peringkat yang cukup besar, kenapa karena ada beberapa cabang yang ternyata tidak mampu menduduki juara pertama,” kata Bambang.

Dari pengalaman yang ada itulah, Pemkab merasa perlu melakukan pembinaan dan upaya peningkatan kemampuan untuk bisa menatap perlombaan-perlombaan seni baca Quran sehingga bisa mendapatkan prestasi yang baik.

“Di event yang sama di tingkat Kabupaten pun sebenarnya ada mata lomba yang tidak mendapatkan peserta karena memang tidak ada yang memiliki kemampuan itu. Ini menunjukkan kita kurang siap. Makanya kita terus mendorong lembaga-lembaga pendidikan yang ada di desa untuk bisa mengasah kemampuan anak,” tambah Bambang.

Diungkapkan jika Pemkab tidak kurang-kurangnya merangsang warga untuk menunjukkan prestasinya. Setidaknya ada sederet bentuk penghargaan mulai dari piagam hingga uang yang diberikan kepada masyarakat berprestasi.

“Nilainya cukup lumayan dan bisa dimanfaatkan dengan baik. Tidak semua bisa mendapatkan kesempatan ini karena hanya diperuntukkan bagi warga yang berprestasi saja,” imbuhnya.

Khusus di lembaga pendidikan agama, Pemkab juga telah mengucurkan bantuan keuangan berupa insentif kepada guru ngaji. Adanya dukungan itu diharapkan bisa diterima dengan baik oleh guru ngaji.

“Ini menjadi bentuk perhatian besar, karena tidak semua guru ngaji di daerah lain mendapatkan hal yang sama seperti di Purworejo ini,” katanya.

Secara khusus Bambang meminta peserta pelatihan untuk bisa memanfaatkan kegiatan yang diikuti. Selain bisa digunakan untuk peningkatan diri, juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang lain, karena pendidikan agama akan memberikan banyak kemaslahatan. (udi/fn)