BANTUL – Amunisi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul untuk mengoptimalkan pendapatan pajak daerah pada 2019 bertambah. Khususnya pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Tambahan tiga unit armada pada akhir 2018 dipersiapkan untuk melayani pembayaran PBB-P2. Melayani hingga ke seluruh pelosok pedesaan.

Kepala BKAD Bantul Sri Ediastuti mengungkapkan, terobosan pelayanan jemput bola pembayaran PBB ditelurkan pada akhir 2017. Saat itu BKAD hanya mempersiapkan dua unit armada. Meski hanya jumlahnya terbatas, dua unit armada ini bergiliran melayani seluruh wilayah pedesaan.

HINGGA KE SAWAH: Sejumlah petani memanfaatkan mobil pajak keliling untuk membayar PBB-P2.

“Mulai wilayah Bantul selatan, utara, timur, barat, hingga tengah terlayani,” jelas Edi, sapaan Sri Ediastuti, di kompleks Parasamya beberapa waktu lalu.
Meski hanya dua unit pula, Edi menyebut efektivitas layanan mobil pajak keliling terlihat. Salah satu indikatornya, pendapatan PBB-P2 meningkat drastis. Per November 2018, misalnya, realisasi PBB-P2 menyentuh angka Rp 38 miliar lebih.  Jumlah wajib pajak (WP) yang dulunya menunggak juga berangsur berkurang.

DITUNGGU WAJIB PAJAK: Tidak sedikit warga yang mengantre membayar PBB-P2 melalui layanan mobil pajak keliling di salah satu halaman balai desa.

Dengan dua indikator ini, Edi meyakini keinginan WP untuk menunaikan salah satu kewajibannya sangat tinggi. Hanya, mereka dulu menemui berbagai kendala. Misalnya, jarak beberapa bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran tidak terjangkau. Belum lagi sebagian WP yang supersibuk. Mereka kesulitan mencari waktu luang sekadar untuk membayar pajak.

“Seperti penghuni kompleks perumahan. Rata-rata mereka orang kantoran yang setiap pagi hingga sore bekerja. Mereka longgar hanya saat akhir pekan,” ucap Edi menyebut dua unit armada pajak keliling ini setiap akhir pekan membuka pelayanan pembayaran di kompleks perumahan.

MEMBLUDAK: Dua unit armada mobil pajak keliling diterjunkan bersama untuk melayani pembayaran PBB-P2.

Dalam pencermatannya, Edi menilai, tidak sedikit WP yang merindukan pelayanan jemput bola. Terutama mereka yang tinggal di wilayah pelosok.

“Sehingga layanan mobil pajak keliling ini sebagai jawaban,” tambahnya.
Nah, tambahan tiga armada lagi semakin memanjakan seluruh WP. Edi optimistis realisasi PBB-P2 2019 bisa melampaui catatan 2018. (*/zam/fn)

APRESIASI: Bupati Bantul Suharsono foto dengan background mobil pajak keliling.