PURWOREJO – Festival Kuliner Purworejo (FKP) yang baru pertama kali digelar di Purworejo mendapat perhatian masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berharap kegiatan itu bisa digelar secara rutin, setidaknya setahun dua kali.

Perajin bakpia dan wingko dari Bagelen, Sri Lantari, mengungkapkan di ajang FKP dagangannya laku keras. Ia sengaja memanfaatkan ruang pamer itu karena mendapat tawaran untuk menempati dan ada fasilitas.

“Sangat banyak produksi kami yang dibeli masyarakat. Memang kami memberikan sampel sebelum warga membeli,” kata Sri Lantari (10/12).
Selain itu pembeli juga bisa melihat proses produksi bakpia dan wingko yang dibuatnya. Disajikan selagi hangat, kedua jenis makanan ini memang akan lezat.

“Dari forum seperti ini kami didekatkan langsung ke pembeli. Ini lebihnya,” tambah Sri.

Dia melihat PDAU yang menyelenggarakan kegiatan ini mampu menangkap peluang dan memfasilitasi pengembangan UMKM di Purworejo. Pelaku usaha yang enggan memanfaatkan ruang itu dinilai akan merugi.

Pelaku UMKM yang lain, Toto Sugiharto dengan Kopi Seplawannya membenarkan intensitas FKP perlu ditingkatkan. Dia melihat masyarakat antusias untuk melihat dari dekat pelaksanaan FKP.

“Nyaris tidak pernah sepi dari kunjungan. Dukungan kuliner dari luar daerah juga jadi kekuatan tersendiri. Ini bisa membuka mata sekaligus peluang bagi warga Purworejo untuk berusaha,” kata Totok.

Totok melihat FKP lebih kepada ruang pamer hasil produksi UMKM ke pasar. Dia tidak melihat kegiatan itu pada keuntungan finansial secara langsung. “Ada pameran harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Bisa saja untungnya tidak sekarang, tapi bisa di waktu yang akan datang,” tambahnya.

Direktur PDAU Widiarso Yuliastono mengakui tingkat kunjungan FKP cukup tinggi. Ada belasan ribu pengunjung yang datang selama tiga hari pelaksanaan FKP mulai dari Jumat-Minggu (7-9/12). “Kami senang perhelatan itu mendapat sambutan dari masyarakat,” katanya.

Terkait tentang penyelenggaraan berikutnya, ia mengaku baru merencanakan kegiatan itu untuk event tahunan. Pihaknya belum berpikir untuk melakukannya lebih dari satu kali dalam sat tahun. (udi/laz/fn)