SLEMAN – Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali mengamankan seorang terduga teroris di Jogjakarta. Inisial nama pria yang diamankan adalah Isa Abdulah Azam (IAA), 18. Pria asal Indramayu, Jawa Barat ini diamankan di kantor distributor Kebab Turki di Sidoarum, Godean, Sleman.

Kepala Depo Kebab Turki Area Jogjakarta Solo Muhammad Gilang Syarifudin membenarkan adanya aksi tersebut. Bahkan pria berusia 25 tahun ini juga sempat dimintai keterangan di Mapolda DIJ. Bersama dirinya ada empat karyawan lain yang turut dimintai keterangan oleh Densus 88.

“Waktu itu saya sedang di kawasan Kaliurang lalu dihubungi oleh karyawan kantor. Akhirnya saya menyusul ke Polda. Ada enam yang ke Polda DIJ, lima sudah pulang tadi malam dan satu orang atas nama Isa masih di sana (Mapolda DIJ),” jelas Gilang ditemui di kantor Kebab Turki, Rabu (12/12).

Gilang menuturkan,  sosok IAA adalah karyawan baru. Terhitung baru tiga bulan bekerja di usaha franschise kuliner tersebut. Sebelum diamankan, IAA sempat ingin resign dari pekerjaannya saat ini.

Untuk keseharian, Gilang mengakui IAA cenderung tertutup. Meski satu kantor, namun komunikasi yang terjalin cenderung ala kadarnya. Gilang hanya mengetahui bahwa IAA awalnya juga berjualan kebab. Hanya, dia memutuskan pindah ke Jogjakarta dan ikut sanak saudara di kawasan Condongcatur, Depok, Sleman.

Disinggung riwayat IAA, Gilang geleng-geleng. Saat awal bekerja, IAA enggan menyerahkan data pribadi. Bahkan saat dimintai data untuk membuat rekening bank, IAA menolak. Padahal aturan perusahaan mewajibkan pembuatan rekening untuk transfer gaji.

“Kesehariannya ya begitu, tertutup, kerja di sini per tanggal 5 September. Saya tidak tahu bagaimana riwayat hidupnya, keluarga juga tidak ada tahu karena awalnya memang enggan menyerahkan data pribadi,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, awalnya ada tiga nama yang diamankan. Di antaranya Gilang, Fahmi Alfi Imam Puro, dan Purnomo. Namun Gilang membantah dia dan keduanya ditahan. Terbukti pollisi mengizinkan pulang pada malam hari seusai diamankan.

“Fahmi itu mantan karyawan sini tapi dua minggu lalu sudah resign. Kalau Purnomo itu mantan karyawan di Surabaya tapi diperbantukan di sini. Hanya Isa saja yang belum diperbolehkan pulang,” katanya.

Ketua RT 06/18  Petrus Suhirman mengungkapkan, ada belasan personel Densus 88. Dia sempat dimintai tolong mendampingi pengamanan dan penggeledahan. Dari hasil tersebut, Densus 88 mengamankan sebuah tas ransel, fotokopi ijazah, struk transfer bank, dan kotak berwarna hitam.

Dia menjelaskan penggeledahan berlangsung cepat. Setidaknya tim densus telah datang di lokasi sekitar pukul 15.15. Selang waktu 15 menit kemudian penggeledahan rampung. Bersamaan dengan itupula terlihat empat pria yang dibawa oleh Densus 88. (dwi/ila)