BANTUL – Perjalanan PSIM Jogja di Piala Indonesia 2018 terhenti di babak 64 besar. Laskar Mataram tertinggal dua gol PS Tira yang dicetak Herwin Tri Saputra dan Pandi Lestaluhu. Pertandingan terhenti di menit 80 setelah suporter PSIM menginvasi lapangan untuk memprotes kepemimpinan wasit Maulana Nugraha asal Semarang.

Terkait status pertandingan tersebut, Pengawas Pertandingan Suprihatin asal Magelang mengatakan, pertandingan harus dihentikan karena perangkat pertandingan sudah tidak memungkinkan. Beberapa perlengkapan seperti jaring gawang, papan iklan sudah kadung rusak.

“Kami harus menghentikan pertandingan karena sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, pertandingan berakhir untuk keunggulan PS Tira 2-0,” katanya.

Dengan begitu, PS Tira melaju ke babak 32 besar. Dari zona DIJ masih ada PSS Sleman yang akan bertandang ke Stadion Sumitro Kolopaking markas Persibara Banjarnegara.

Pertandingan tersebut diakhiri dengan kericuhan saat laga kurang 10 menit akan bubaran. Suasana mulai panas saat memasuki pertengahan babak kedua. Keputusan wasit yang dianggap kontroversial mengakibatkan sejumlah penonton dari tribun melempari botol minuman air mineral.

Ketika babak kedua memasuki menit 80, situasi mulai pecah. Tak hanya botol air mineral, namun suporter yang didominasi pendukung PSIM melempar smoke boom. Selang beberapa detik, penonton dari tribun timur mulai melompat pagar dan masuk lapangan. Mereka merusak pagar pembatas yang melingkari lapangan.

Belum berhenti di situ, sempat terjadi saling kejar antara suporter dan aparat di lapangan. Polisi dan TNI pun terlibat dalam aksi saling pukul itu. Bahkan, ada suporter yang mengejar pemain PS Tira hingga mendekati lorong ganti. (riz/ila)