GUNUNGKIDUL — Ancaman teror, kriminalitas, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi fokus perhatian Polres Gunungkidul. Khususnya dalam menyambut perayaan Natal dan tahun baru (Nataru).

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan, berkaca pada tahun lalu rangkaian aksi teror terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Inilah yang menjadi konsentrasi utamanya saat ini.

“Itu harus diantisipasi sejak dini. Begitu juga potensi gangguan kriminalitas,” tegasnya usai rapat lintas sektoral menyambut Nataru 2018/2019 di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari Senin (10/12).

Kemacetan jalan protokol dan jalur-jalur alternatif tak luput dari perhatian perwira dengan dua melati di pundak itu.

Pengamanan oleh polisi terpusat dengan sandi Operasi Lilin Progo 2018.

Selama operasi pengamanan lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup. “Kami siapkan 245 personel. Ditambah gabungan seluruh instansi, baik TNI maupun masyarakat, dan pemerintah setempat,” jelas Ahmad.

Dikatakan, antisipasi kerawanan yang berkembang membutuhan sinergi antarpihak. Tak terkecuali masyarakat. Demi terciptanya situasi aman dan damai.

Tanpa sinergitas, tutur Ahmad, tidak mungkin menciptalan kondisi kondusif di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Fokus aparat penegak hukum dititikberatkan pada orang, barang, dan kegiatan.

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Gunungkidul Sudodo mengatakan, koordinasi pengamanan merupakan wujud kehadiran negara. Untuk memberi rasa aman kepada masyarakat.

Terlebih perayaan Nataru berdekatan dengan tahun politik. Ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Karena itu diperlukan kewaspadaan terhadap pendatang baru. Maupun orang-orang yang menyebarkan intoleransi atau paham radikalisme. “Jika masyarakat mengetahui ada gejala itu segera laporkan kepada pihak berwajib,” pintanya.

Dalam kesempatan itu Sudodo mengingatkan pentingnya peran peran forum kerukunan umat beragama (FKUB). Dalam menjaga keharmonisan umat agama. Dan menghormati seluruh agama.

Demi lancarnya perayaan Nataru Bupati Gunungkidul Badingah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah untuk berperan serta. Membantu pengamanan Nataru. Dinas perhubungan, misalnya. Diminta memperhatikan kesiapan rambu-rambu jalan. Sedangkan dinas perindustrian dan perdagangan harus fokus pada stabilitas harga kebutuhan pokok.

Persiapan Nataru juga tampak di Kota Jogja kemarin. Terutama dalam hal keselamatan transportasi. Terminal Giwangan diperkirakan bakal menjadi jujugan pemudik. Keamanan penumpang bus menjadi prioritas utama.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Bekti Zunanta mengungkapkan, pengecekan bus angkutan umum akan digencarkan. Baik bus antarkota antar provinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP). menjelang libur panjang seperti lebaran. Ram check kendaraan dijadwalkan hingga Sabtu (15/12). Melibatkan petugas direktorat pembinaan keselamatan, Ditjen perhubungan darat, Kemenhub.

Bekti mengklaim, dari 1.472 armada yang beroperasi di Terminal Giwangan, sebagian besar telah menaati peraturan standar keamanan dan administrasi.Beberapa masalah yang ditemukan hanya berupa tampilan visual. “Tapi masih dalam batas layak operasi,” ujarnya.

Lonjakan penumpang bus di Terminal Giwangan diperkirakan tak signifikan. Hanya sekitar seribu orang dibanding hari-hari biasa. Hal itu lebih karena adanya perubahan tren penggunaan kendaraan angkutan. (gun/cr5/yog/fn)