Untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi mahasiswanya dalam teknik dan pengetahuan dasar jurnalistik, Laboratorium Ilmu Pemerintahan (IP) Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar pelatihan soft skill. Acara berlangsung di Gedung Kampus Terpadu, KH Ibrahim, UMY, Selasa (4/12).

Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Dr Muchamad Zaenuri M.Si dalam sambutannya mengatakan, pelatihan soft skill bagi seluruh mahasiswa itu penting. Karena merupakan bentuk sertifikasi yang nantinya dapat digunakan untuk terjun ke dunia kerja. “Dalam mencari kerja tidak hanya lembar ijazah yang menjadi acuan, tetapi keterampilan apa yang dimiliki,” ujarnya.

DIBUKA: Kaprodi Ilmu Pemerintahan Zaenuri .. saat membuka acara soft skill ngaji Jurnalistik di Gedung Ibrahim Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMY angkatan 2016  ini menghadirkan dua pembicara. Yakni Ketua Dewan Redaksi Radar Jogja Amin Surachmad S.IKom.I dan Pemimpin Redaksi Radar Jogja Online PT Yogyakarta Intermedia Digital Reren Indranila SIP.

Amin Surachmad mengatakan, dalam mendalami ilmu jurnalis harus memiliki sebuah teknik yang baik dan benar. Ini agar produk jurnalistik yang dihasilkan dapat maksimal.

“Dalam menulis berita yang baik dan benar, maka fakta yang ada di lapangan harus dikemas secara menarik, unik, dan asyik agar dapat meningkatkan minat para pembaca” ujar Amin.

HARUS KRITIS: Salah seorang peserta soft skill saat bertanya kepada narasumber dalam pelatihan soft skill ngaji Jurnalistik Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (4/12).

Sesuai dengan tema besar Everyone Can be a Journalist pada pelatihan soft skill kali ini, Reren Indranila sebagai pembicara kedua memaparkan bahwa semua orang bisa menjadi jurnalis. “Semua orang adalah jurnalis. Ketika kalian menggunggah foto atau video di sosial media, maka secara tidak langsung kalian adalah seorang jurnalis. Nantinya foto atau video tersebut akan dapat dilihat dan disaksikan oleh banyak pasang mata  sebagai bentuk informasi,” ujarnya.

Pada sesi terakhir dalam pelatihan kali ini, Reren dan Amin memberikan kesempatan kepada peserta untuk dapat melihat dan mengulas kembali berita yang telah diterbitkan Radar Jogja Online.

Seluruh peserta pun sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini. “Jurnalis bukan hanya untuk ditekuni, namun dipahami kemudian untuk dipraktikkan. Karena setiap diri kita masing-masing pasti memiliki jiwa jurnalis yang dapat digunakan sewaktu-waktu,” tambah Amin. (/*laz/fn)

MATUR NUWUN: Amin Surachmad S Kom I (kiri) saat menerima kenang-kenangan berupa sertifikat dari Koordiantor Lab Ip UMY Sakir SIP MIP.