GUNUNGKIDUL – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi DIJ menangani perkara jual beli spesies langka belum lama ini. Terdiri dari trenggiling dan udang jenis lobster di wilayah Gunungkidul. Pelaku berhasil diamankan, namun binatang dilindungi tersebut mati.

“Ada lima trenggiling diamankan di BKSDA dalam keadaan stres. Kemudian trenggiling saling menyerang satu dengan yang lain dan mati,” kata Polisi Kehutanan Resort Gunungkidul, Agus Sunarto di sela acara pemusnahan barang bukti yang sudah mempunyai hukum tetap di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul Rabu (5/12).

Dalam kesempatan tersebut, trenggiling satu di antaranya masih anak, dalam kondisi mati. Selanjutnya hewan dilindungi tersebut dibakar bersama dengan barang bukti hasil kejahatan perkara lainnya.

“Sementara tiga ekor udang jenis lobster (panulirus SPP) diamankan (turut dibakar) setelah disisihkan oleh penyidik Polair bersama satu set alat tangkap jenis jaring,” kata Sunarto.

Menurut dia, untuk spesies trenggiling di Gunungkidul hanya ada di dua kecamatan, Ngawen dan Gedangsari. Binatang yang suka dengan makanan ngangrang semut dan rayap tersebut sering dijumpai di tempat itu.

“Kami dari BKSDA menggencarkan sosialisasi. Melibatkan warga, komunitas reptil dan pecinta burung. Di antaranya juga pernah berburu trenggiling karena ketidaktahuan,” ujar Sunarto.

Antisipasi perburuan hewan langka, pihaknya memasang tanda larangan berburu trenggiling. Dengan demikian, semua bisa saling mengingatkan dan menjaga populasi trenggiling.

Kejari Gunungkidul, Asnawi Mukti mengatakan, kasus trenggiling mencuat karena kebanyakan masyarakat belum melek hukum. Tahu-tahu mereka berurusan dengan hukum akibat perbuatannya.

“Sebetulnya untuk kasus trenggiling ada lima yang dimusnahkan. Tetapi, satu membusuk di BKSDA dan dikubur di sana. Empat lainnya mati, tetapi tidak membusuk dan turut dibakar,” kata Asnawi.

Dikatakan, dalam pemusnahan barang bukti kali ini juga terdiri dari ribuan obat-obatan terlarang. Berupa pil, sabu dan ratusan botol minuman beralkohol.
Kasat Reskrim Polres Gunungkudul, AKP Riko Sanjaya mengatakan, tahun ini menangani satu perkara jual beli satwa langka. Kejadiannya pada Senin 23 Juli 2018 di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

Kepolisian mengamankan Kar, 53, karena memelihara dan menjualbelikan satwa yang dilindungi, yakni trenggiling. Pelaku diamankan petugas pengamanan dan penegakkan Hutan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK ) wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara bersama anggota Satreskrim Polres Gunungkidul dan Unit Reskrim Polsek Tanjungsari. (gun/iwa/fn)