BANTUL – Wajah Jalan Jenderal Sudirman bakal semakin cantik nan indah. Berbagai program pembangunan tahap kedua jalan yang membentang di jantung Bantul kota itu hampir selesai. Tinggal hitungan hari.

Bupati Bantul Suharsono bercita-cita salah satu jalan protokol itu menjadi representasi wajah Kabupaten Bantul. Jadi, Suharsono langsung menggulirkan berbagai program untuk ”mempercantik” Jalan Jenderal Sudirman pada 2018 begitu proyek penataan ulang jalan sepanjang 1,6 kilometer itu selesai akhir tahun lalu. Agar jauh dari kesan kumuh.

”Ada beberapa program. Salah satunya pembangunan taman,” jelas Suharsono saat ditemui di rumah dinas bupati Bantul beberapa waktu lalu.

Suharsono menyebut ada tiga titik pembangunan taman sekaligus yang dibangun pada tahun ini. Dua di antaranya berada di sebelah selatan traffick light Paseban dan depan bekas kantor Tagana. Dua taman itu tidak sekadar untuk memperindah Jalan Jendral Sudirman. Melainkan juga untuk memanjakan warga. Sebab, dua taman itu persis berada di belakang deretan tempat duduk. Dengan begitu, deretan tempat duduk ini bisa menjadi ruang bersantai warga saat sore hari.

”Konsepnya, pot-pot bunga dibuat menempel di dinding. Tapi, ada juga pot-pot yang diletakkan di trotoar,” ucapnya.

Satu taman lain berada di sekitar Simpang Empat Klodran. Persisnya di utara kantor Bank BPD DIY Cabang Bantul. Suharsono menyebut konsep ruang terbuka hijau ini berbeda dengan dua taman lainnya. Ada banyak pernak-pernik ikonik yang terpasang. Di antaranya, patung Pangeran Diponegoro berukuran besar dan deretan lampu penghias. Mengingat, taman tersebut adalah pemandangan yang kali pertama dilihat ketika memasuki Bantul kota.

”Termasuk pemandangan pertama yang dilihat tamu dinas ketika berkunjung ke Bantul,sehingga harus menarik,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan tiga taman itu tak sepenuhnya dibiayai APBD. Sebab, pembangunan taman di Simpang Empat Klodran merupakan corporate social responsibility Bank BPD DIY.

”Yang dibiayai APBD dua taman di selatan lampu merah dan depan bekas kantor Tagana,” lanjutnya.

MANJAKAN WARGA: Ada tiga taman yang dibangun di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman tahun ini. Salah satunya di selatan lampu merah Paseban. Progres pembangunannya hampir selesai.

Proyek lainnya yang digulirkan pemkab di kawasan Jalan Jenderal Sudirman pada 2018 adalah pembangunan panggung. Bangunan yang terletak persis di depan Pasar Bantul ini memiliki multifungsi. Namun, fungsi utama bangunan yang menyatu dengan pintu masuk Pasar Bantul itu sebagai panggung.

”Sehingga ketika ada acara di depan Pasar Bantul tak perlu repot-repot lagi memasang panggung,” ungkapnya.

Ya, sejak setahun terakhir depan Pasar Bantul berubah menjadi pusat keramaian. Terutama, setiap Minggu pagi. Ratusan warga tumplek-blek mengikuti car free day yang terpusat di pasar rakyat terbesar di Bumi Projotamansari itu. Bahkan, Suharsono berangan-angan setiap agenda besar nantinya digelar di depan Pasar Bantul.

”Biar pasarnya ramai. Semoga warga yang berjualan di pasar juga bertambah banyak,” harapnya.

Kendati sudah terlihat asri, Suharsono berkomitmen ingin menata dan mempercantik wajah Bantul kota lagi. Dia berkeinginan menjadikan depan kantor Satpol PP sebagai taman. Di mana saat ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan roda empat.

”Angan-angannya, taman yang dilengkapi dengan air mancur dan fasilitas lainnya,” tambahnya.

Suharsono juga ingin seluruh bangunan warung kuliner terlihat bersih. Tidak semrawut dan kumuh. Terutama deretan warung kuliner di sekitar Lapangan Dwi Windu.

”Kotane wes apik. Mosok warunge ijeh gedek,” kelakarnya.

Usulkan Ruas Jalan Klodran hingga Gapura Ditata Ulang

DALAM PROSES: Taman di utara Bank BPD DIY Cabang Bantul dilengkapi dengan berbagai pernak-pernik. Seperti deretan lampu penghias.

Dalam kesempatan itu, pria kelahiran Beji, Sumberagung, Jetis, ini juga menyinggung rencana pemkab menata ulang Jalan Bantul. Persisnya utara Simpang Empat Klodran hingga gapura. Namun, rencana ini menunggu respons pemerintah pusat. Itu lantaran jalan sepanjang sekitar 600 meter tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

”Saya sudah konsultasi dan mengajukan izin ke pemerintah pusat. Sekarang tinggal menunggu jawabannya,” tutur Suharsono membocorkan penataan itu berupa penghilangan dua jalur lambat diganti dengan pembatas jalan di tengah.

Berbagai penataan ini, Suharsono menekankan, untuk kemajuan dan keindahan Kabupaten Bantul. Itu sekaligus melengkapi program smart city. Seluruh area yang telah tertata bakal difasilitasi dengan wifi gratis. (*/zam/fn)