SLEMAN- Cerita Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengenakan jersey bertuliskan nama Arga Permana saat final Liga 2 antara PSS Sleman vs Semen Padang di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (4/12). Kisah kaus itu masih ramai menjadi perbincangan.

Seto sendiri mengaku punya alasan khusus. Dia menyebut itu sebagai bentuk dedikasi penghormatan terhadap Hendika Arga Permana yang didatangkan PSS Sleman dari PSIM Jogja. Meski tidak pernah lagi menjalin kontak, Seto merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap Arga.”Saya yang meminta Arga ke Sleman, maka saya yang harus harus bertanggungjawab kepada dia,” jelas Seto.

Mantan pelatih PSIM Jogja ini pun menghargai semua keputusan yang diambil anak asuhnya. Meski telah secara resmi mengundurkan diri, Seto meminta kepada manajemen untuk tidak mencoret nama Arga dari skuad PSS Sleman.

Upaya tersebut dilakukan untuk menghargai peran dari anak asuhnya itu.
Dedikasi terhadap anak asuhnya tersebut, dilandasi juga atas keinginan dari almarhmn ayah dari Arga, yang ingin anaknya suatu saat nanti membawa tim DIJ bermain di Liga 1.”Semoga dia tetap semangat dan bisa melanjutkan mimpi yang ingin diraihnya,” jelasnya.

Hendika Arga Permana sendiri secara khusus memberikan ucapan selamat kepada tim yang pernah disinggahinya beberapa hari situ. Melalui instastory, mantan kapten PSIM ini juga memberikan ucapan kepada pelatih PSS Seto Nurdiyantara. ”Selamat coah @seto_nurdiyantoro dan teman-teman PSS Sleman semuanya : )) “ tulis Hendika disertai dengan bagian belakang Seto yang mengenakan jersey PSS Sleman dengan name kit A. Permana bernomor punggung 88.

Ya, Hendika Arga pernah menjadi perhatian jagat sepak bola Indonesia dengan keputusan kontroversialnya. emain asal Bantul ini memilih mengundurkan diri dari dunia sepak bola setelah setelah transfer kepindahannya di babak delapan besar mendapat respons dari banyak pihak. Bahkan, akibat tekanan itu dia memilih mundur.

Hingga saat ini, Arga masih bungkam perihal pengunduran dirinya dari dunia sepak bola yang telah membesarkan namnya. Upaya Arga untuk ikut serta membawa PSS lolos ke Liga 1 dan menjadi jawara Liga 2 pun kandas. Atas kejadian tersebut, Arga lebih banyak menutup diri dari sorotan media. (bhn/din)