MAGELANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang harus bersaing dengan beberapa daerah untuk meraih Innovative Government Award (IGA) 2018. Tahun lalu, penghargaan ini berhasil direbut. Nah, tahun ini Pemkot Magelang kembali masuk nominasi sebagai salah satu calon penerima penghargaan. ”Pesaingnya antara lain Kota Bandung, Surabaya, Makasar, dan lainnya,” kata Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Rabu (5/12).

Di hadapan tim juri IGA 2018, Windarti memaparkan beberapa inovasi unggulan Kota Magelang. Di antaranya model inovasi OPD milik Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) serta DataGo milik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominsta).

Kemudian Pakdewo milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta ATCS Audio Announcer milik Dinas Perhubungan dan beberapa inovasi lainnya. “Ke depan kami mendorong semua OPD untuk saling berpacu, membuat inovasi lagi. Tidak hanya terbatas yang sudah ada, tapi di semua bidang,” tuturnya.

Pemkot Magelang memiliki komitmen yang kuat untuk menumbuhkembangkan inovasi sebagai alat mencapai visi Kota Magelang 2016-2021. Komitmen diawali dengan pembentukan Balitbang pada Januari 2017 setelah sebelumnya berbentuk Kantor Penelitiaan Pengembangan (Litbang) dan Statistik sejak 2008. Kota Magelang menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki peraturan daerah untuk mengatur inovasi daerah, yakni Perda No 5/ 2018 tentang Inovasi Daerah.

Menurutnya, di Kota Magelang, Balitbang selalu melahirkan inovasi yang meningkat dari tahun ke tahun. Ini adalah salah satu bukti bahwa Litbang mendapat perhatian khusus.”Dan hasil penelitian bisa dimanfaatkan masyarakat untuk tekhnologi tepat guna dan diterapkan di masyarakat,” tegas Windarti.

IGA merupakan penghargaan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada pemerintah daerah sebagai apresiasi atas inovasi yang diciptakan. Penghargaan tersebut untuk mendorong kompetisi positif antarpemerintah kabupaten/kota dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Tahun ini, inovasi Pemkot Magelang dipuji tim juri. Juri berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri, United Cities and Local Governments (UCLG) dan lainnya. (dem/din/fn)