MAGELANG – Upaya menghidupkan kembali jalur kereta api (KA) Semarang-Jogja tidak bakal meninggalkan kepentingan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan sekitarnya. Rencananya, jalur tersebut mulai Grobogan menuju Kabupaten Semarang dan Jogja melewati Temanggung, Kota serta Kabupaten Magelang. Total panjang rel yang direncanakan double track itu 121, 156 Km, berupa konstruksi baru 78,856 Km atau 65,086 persen dan eksisting atau rel lama sepanjang 42,.300 Km (34,914 persen).

“Kami bakal banyak menggunakan jalur baru, karena untuk jalur lama sudah tidak mungkin. Seperti jalur lama di Kota Magelang yang melintasi perkotaan hingga Muntilan. Tentunya sudah tidak mungkin lagi melebarkan jalur rel ke kanan dan ke kiri hingga lebar 40 meter, karena rencananya untuk double track. Mau seperti apa wajah Kota Magelang kalau memaksakan pakai jalur lama,” kata Ratna Dwi Anggraeni dari PT Intimulya multikencana selaku konsultan proyek itu Selasa (4/12).

Disebutkan, dari jalur tadi terpanjang ada di Kabupaten Semarang, yakni mencapai 47,500 Km, sedangkan terpendek di Kota Magelang hanya 1,150 Km. Untuk akses menuju Borobudur akan dibangun jalur sepanjang 8,900 Km, ditambah siding dipo pasir sepanjang 3,5 Km.

“Tidak akan meninggalkan kawasan Borobudur yang menjadi magnet utama pariwisata di Jateng-DIJ. Kami perkirakan mulai tahun 2026 penumpang wisata yang akan memanfaatkan kereta ini sebanyak 0,8 juta per tahun dan 1,9 juta per tahun pada tahun 2060,” jelasnya.

Pelaksanaan proyek itu ternyata masih lama. Mengingat tahap prakonstruksi baru akan dimulai tahun 2019 sampai tahun 2022. Selanjutnya tahap pertama tahun 2023-2027, tahap kedua tahun 2028-2032, dan tahap ketiga 2033-2037.
“Sekarang belum ke pembangunan. Untuk mulai pembangunan, kami perlu keputusan menteri. Sebelumnya kami perlu juga rekomendasi dari kepala daerah yang dilalui dan gubernur terkait kebijakan tata ruang masing-masing.

Kami harap rekomendasi dari kepala daerah masing-masing yang akan dilalui bisa secepatnya keluar. Sehingga bisa lebih cepat melangkah ke tahap berikutnya,” ungkapnya.

Kabid Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian Dishub Jawa Tengah Henggar Budi Hanggoro menambahkan, diaktifkannya kembali jalur kereta api ini sangat strategis. Fungsinya pun bisa sangat kompleks, dari wisata, penumpang, hingga angkutan barang.

“Angkutan wisata jelas karena ada Borobudur sebagai magnetnya. Penumpang bisa lebih efektif bepergian dari Semarang ke Jogja atau sebaliknya. Untuk angkutan barang nanti kami sambungkan jalurnya ke pelabuhan, sehingga akan lebih efisien lagi,” tandasnya. (dem/laz/fn)