PAKANSARI – Ada yang lain dari penampilan pelatih PSS Seto Nurdiyantara di pinggir lapamgan saat mengawal skuadnya di final Liga 2. Dia mengenakan jersey ketiga PSS warna hitam dengan nomor punggung 88. Tertera nama di atasnya A. Permana.

Ternyata hal itu didedikasikan kepada mantan anak asuhnya yang urung menjadi bagian PSS di 8 besar lalu. “Memang kami dedikasikan untuk Arga dan keluarganya terutama ayah dan ibunya. Karena ikatan emosional kami dengan Arga,” katanya kepada wartawan di sesi jumpa pers.

Seto menjelaskan, di 8 besar sebenarnya Arga dia tarik ke Sleman dan eks kapten  PSIM Jogja itu sudah oke. Tapi dalam perjalanannya ada sesuatu hal dan dia mengundurkan diri dari dunia profesional. Padahal masih muda.

“Dia pernah bilang punya cita-cita kepada almarhum bapaknya meloloskan salah satu tim di DIJ. Karena ini kami salah satu harus pertanggungjawabkan. Karena saya juga, Arga menjadi pensiun. Kami ingin mewujudkan salah satu cita-cita dia. Saya bilang ke manajemen nama Arga tidak perlu dicoret bagaimanapun dia pernah menjadi bagian dari PSS. Ini untuk Arga, ayahanda Arga dan keluarganya,” tutur Seto. (riz/ila)