BANTUL- Selama musim pancaroba ini di kawasan persawahan akan muncul serangga tomcat. Beberapa bahkan masuk hingga ke dalam rumah warga. Meski menyebabkan gatal, tomcat justru berguna untuk pertanian.

Adanya tomcat dirasakan oleh warga Jomblang RT 06, Timbulharjo, Sewon Oktaviyani. Sejak turun hujan, tomcat mulai masuk kedalam rumah. Tak hanya itu dia juga kerap mendapat gigitan Tomcat. ”Awalnya hanya terasa gatal dan kemudian menyebar,” ungkapnya Selasa (13/11).

Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan racun tomcat hanya menimbulkan penyakit kulit ringan. Meski demikian racun tersebut tidak berbahaya bagi manusia.

“Apabila tergigit serangga, bisa ditangani dengan obat gosok, minyak, salep, atau obat anti elergi. Gejala yang ditimbulkan akibat gigitan serangga merupakan penolakan tubuh terhadap toksin yang menyebabkan reaksi elergi,” ungkap Joko saat ditemui di kantornya.

Menurut dia ada cara meminimalisir tomcat masuk kedalam ruangan. Yakni mematikan lampu dan segera menutup pintu dan jendela menjelang sore.

Meskipun dirasa mengganggu tomcat tidak bisa diberantas secara keseluruhan. Sebab tomcat menjadi bagian ekosistem bagi pertanian. Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Pertanian (TPHP) Yunianti Setyorini, tomcat bukanlah hama. Tomcat justru membantu pertanian karena memakan hama wereng. ”Kami melarang memberantas tomcat,” ungkapnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pemberantasan secara masal. Apabila di berantas, dikhawatirkan wereng justru akan berkembangbiak pada tanaman pertanian. ”Kalau sudah terlanjur masuk rumah, bisa diberantas menggunakan obat nyamuk semprot,” ujarya. (cr6/pra/fj/mg3)