BANTUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD Bantul berencana menambah personel satgas tahun depan. Mengingat, jumlah satgas BPBD saat ini berbanding terbalik dengan intensitas bencana.

”Saat ini baru ada 200 satgas bencana. Lebih dari 100 orang ditempatkan di posisi SAR. Sisanya ditempatkan di TRC (tim reaksi cepat) dan pusdalops (pusat pengendalian operasi),” jelas Sekretaris BPBD Bantul Muhammad Baried usai pembukaan pelatihan satgas BPBD di Ros In Hotel Senin (12/11).

Menurutnya, penambahan personel di antaranya untuk posisi TRC. Yang ditempatkan di setiap desa. Sebab, jumlah personel TRC BPBD sangat minim. Hanya 12 personel. Padahal, jumlah personel TRC di setiap desa idealnya dua hingga tiga orang.

”Itu untuk mengantisipasi bila terjadi bencana,” ucapnya.

Saat ini, kata Baried, penanggulangan bencana di desa mengandalkan relawan forum pengurangan risiko bencana (FPRB). Namun, hingga sekarang belum semua daerah memiliki FPRB.

”Baru 80 persen yang punya FPRB,” katanya.

Plt Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kualitas satgas juga perlu ditingkatkan. Baik kemampuan maupun pengetahuannya. Itu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.

”Satgas setidaknya bisa lebih cakap untuk mengatasi bencana di Bantul,” ujarnya.

Nah, BPBD Bantul berupaya meningkatkan kualitas satgas dengan pelatihan kemarin. Pelatihan menghadirkan sejumlah intrukstur berkompeten. Antara lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB memberikan pelatihan seputar kajian TRC dan pusdalops. Intrukstur lain dari Basarnas. Lembaga vertikal ini memberikan bekal penyelamatan dan teknik tindakan penanganan bencana. Sedangkan PMI memberikan bekal penanganan korban bencana.

”Setidaknya kalau bantuan medis belum datang, satgas bisa melakukan penanganan ringan kepada korban,” tambahnya. (ega/zam/by/mg3)