Kampanye Tertib Lalin, Polres Sleman Libatkan Superhero

SLEMAN – Suasana Operasi Zebra Progo 2018 kemarin berlangsung meriah. Lain dari biasanya. Karena kehadiran sejumlah superhero. Ada Spiderman, Iron Patriot, Kamen Rider, dan Power Ranger. Mereka berbaris rapi di Simpang Empat Kentungan, Ring Road Utara, Sleman, Rabu (7/1).

Kehadiran mereka bukan untuk memerangi kejahatan. Para superhero hadir untuk kampanye tertib lalu lintas.

Pagi itu para superhero berakting layaknya korban kecelakaan. Ada yang mengenakan perban, naik kursi roda, hingga pakai alat bantu jalan. Peran para superhero ini menunjukkan bahwa siapa pun bisa mengalami kecelakaan di jalan raya.

“Apa pun bentuk pelanggaran lalu lintas akan berimbas pada keselamatan pengendaranya. Inilah yang kami simbolkan melalui para superhero ini,” ungkap Kaposko Ops Zebra Progo Polres Sleman Iptu Rahandy.

Pengendara melawan arah, misalnya. Apalagi jika kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi. Ini bisa menimbulkan celaka bagi pengendara itu sendiri dan pengendara lain yang berlawanan arah.

“Satu lagi selonong boy. Istilah kerennya mak kluwer. Ini juga bahaya untuk pengendara lainnya. Tanpa tengok kanan kiri langsung melintas padahal kendaraan di belakanngnya melaju cepat,” tuturnya.

Dikatakan,  buah dari kesadaran tertib berlalu lintas bukan hanya untuk diri sendiri. Tapi juga berdampak bagi pengguna jalan lainnya.

Sosialiasi tertib lalu lintas Operasi Zebra Progo 2018 juga melibatkan pelajar. Salah satunya Duta Keselamatan Berlalulintas Muhammad Adnan Hendrawan (siswa SMAN 1 Pakem) dan Kartika Tyas Kusuma Pratiwi (sisiwi SMAN 1 Kalasan).

Adapun operasi progo hingga Selasa (6/11) tercatat telah dilakukan 6.264 penilangan. Jenis pelanggarannya cukup beragam. Melawan arus, tidak mengenakan helm, dan tidak menghidupkan lampu utama saat siang bagi pengendara motor. Juga kendaraan berat yang melebihi kapasitas muat dan bukan peruntukannya. Lokasi pelanggaran mayoritas di tiga titik. Kawasan Simpang Tiga Bandara Adisutjipto hingga Proliman Kalasan, Simpang Empat Jombor sampai Simpang Empat UPN, dan Simpang Empat Jombor hingga kawasan Kecamatan Tempel.

“Tiga titik ini adalah kawasan target operasi (TO). Karena cukup rawan terjadi kecelakaan. Pelanggaran kasat mata langsung ditindak,” tegasnya. (dwi/yog/rg/mo1)