Wujudkan Purworejo Gerbang Ekonomi Utama Selatan Provinsi Jateng

BUDI AGUNG/RADAR JOGJA

Misi mewujudkan Kabupaten Purworeo sebagai gerbang ekonomi utama bagian selatan Provinsi Jawa Tengah dengan berbasis pertanian, pariwisata, industri, dan perdagangan, menjadi tantangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.  Jika dijabarkan lebih luas, salah satu fokus yang harus mendapatkan penanganan cepat adalah keberadaan infrastrktur, baik jembatan maupun jalan.

Sepanjang tahun 2018, ada 30 ruas jalan yang dilakukan peningkatan. Dengan anggaran mencapai Rp 75,5 miliar, panjangnya mencapai 41,01 km. Tercatat 28 kegiatan memanfaatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purworejo, sementara satu kegiatan bersumber APBD Provinsi Jawa Tengah, dan sisanya berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Sedangkan kegiatan pembangunan jembatan tercatat ada 9 lokasi, di mana hanya satu kegiatan yang dilakukan secara multiyears yakni pembangunan Jembatan Sejiwan di Desa Trirejo, Kecamatan Loano. Pendanaannya ini menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan enam lainnya memanfaatkan APBD kabupaten, dan dua di antaranya memanfaatkan DAK.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Purworejo Suranto mengungkapkan, penyiapan infrastruktur baik jalan maupun jembatan menjadi satu fokus kegiatan yang tidak bisa dielakkan. Apalagi ada beberapa proyek strategis nasional yang dilakukan di Purworejo maupun tetangga wilayah. Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo yang berdekatan dengan Purworejo, menjadi kegiatan yang amat prestisius.

Masih ada Pembangunan Bendung Bener di wilayah Kecamatan Bener. Proyek yang dibiayai nasional ini teramat mencengangkan, di mana akan menjadi salah satu bendungan berbahan dasar batu yang tergolong tinggi di Indonesia. Tidak kalah penting adalah pembangunan Kantor Badan Otorita Borobudur (BOB) yang rencananya memanfaatkan lahan di Kecamatan Loano.

“Adanya kegiatan-kegiatan besar berskala nasional itu, memang mau tidak mau membuat kita juga harus siap menyambutnya. Pengembangan ke depan tentu membutuhkan infrastruktur yang layak untuk menopang semuanya. Dan sepanjang 2018 semua kegiatan itu memang cenderung diarahkan ke arah sana, meskipun tidak mengabaikan wilayah yang lain,” papar Suranto saat berbincang di kantornya, Rabu (7/11).

Langkah peningkatan infrastruktur sendiri akan dilanjutkan di tahun 2019. Hanya saja jumlahnya tidak sebanyak di tahun 2018 karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Peningkatan jalan yang akan dilakukan di tahun 2019 tercatat ada delapan ruas jalan dan sebuah jembatan.

Meski demikian, dirinya optimistis nantinya semua akan ditangani dengan baik. Sedikitnya kegiatan di tahun 2019 akan diupayakan untuk bertambah. Pihak DPU PR akan melakukan langkah terobosan dengan mengusulkan beberapa kegiatan ke provinsi maupun DAK. Dengan adanya dukungan dari provinsi dan DAK, dipastikan proses peningkatan infrastruktur di Kabupaten Purworejo bisa berjalan lebih cepat.

“Mencari terobosan ke atas, kami juga harus cermat karena harus bisa melihat yang betul-betul skala prioritas. Satu di antaranya adalah kami mengusulkan lima ruas jalan dengan total anggaran mencapai Rp 123 miliar dan alhamdulillah bisa disetujui Rp 12 miliar,” ungkap Suranto.

Selain itu, ada wacana tentang usulan perubahan status jalan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Hal ini bisa mengurangi beban anggaran di Pemkab Purworejo. Dirinya menyebut, dari bidang perencanaan telah mengusulkan jalan sepanjang 12 kilometer yang menghubungkan wilayah Cangkrep di Kecamatan Purworejo hingga Bagelen di Kecamatan Bagelen menjadi jalan provinsi. “Ini sudah kami usulkan. Kami tidak mempermasalahkan walaupun kemarin baru saja melakukan perbaikan,” paparnya.  (*/udi/laz/fj/mo1)