JOGJA – Tergiur memiliki sepeda motor murah, Putri Wibi Yullyana, nekat menggelapkan dua sepeda motor milik rental. Ibu muda itu ingin segera melunasi pembayaran motor seharga Rp 2,5 juta yang ditawarkan padanya.

Karena aksinya itu, perempuan 24 tahun itu harus berurusan dengan Kepolisian. Kapolsek Danurejan Kompol Aslori menjelaskan kasus itu berawal saat Putri ditawari sepeda motor seharga Rp 2,5 juta. Untuk melunasi pembayaran warga Mojayan Klaten ini menggadaikan Honda Beat AB 3064 KA dan Yamaha Mio AB 6571 YM.

Modus Putri terbongkar saat para pemilik rental curiga. Usai meminjam kendaraan ditempatnya, pelaku bukannya melunasi pembayaran. Sang ibu muda ini justru meminjam kendaraan sepeda motor di tempat rental yang berbeda.

“Jadi korban menanyakan perihal pembayaran dan keberadaan sepeda motor. Pelaku mengaku unit sedang dibawa suaminya kerja di bandara. Setelah itu pelaku pergi, tapi justru meminjam motor di tempat lain,” jelasnya, Rabu (7/11).

Detail awal mula penggelapan saat pelaku meminjam Honda Beat selama tujuh hari di tempat Andi Indarto. Biaya sewa perhari untuk kendaraan tersebut sebesar Rp 70 ribu. Tepat 26 Oktober korban menelpon pelaku menanyakan kejelasan pembayaran.

Pelaku lalu mendatangi rental milik Andi namun tidak membayar sewa. Alhasil unit Honda Beat tersebut dikembalikan. Tak selesai sampai disini pelaku kembali meminjam satu unit Yamaha Mio AB 6571 YM kepada korban.

Kala itu pelaku beralasan untuk mengantar anaknya yang sakit. Tidak tega, korban akhirnya meminjamkan unit kendaraan tersebut. Kecurigaan timbul saat pelaku juga meminjam kendaraan rental milik Slamet Wahyu Widodo.

“Disini dia meminjam Honda Beat AB 3064 KA. Korban pertama lalu bertanya dengan korban kedua. Lokasi rentalnya juga berdekatan di kawasan Lempuyangan,” ujarnya.

Usai jangka waktu kedua motor habis, pelaku tidak mengembalikan kedua motor. Bahkan pelaku juga tidak membayar kedua motor sewa tersebut. Alhasil kedua korban melaporkan kasus tersebiut ke Polsek Danurejan.

Bertindak cepat, jajarannya segera melacak keberadaan korban. Polisi juga  berhasil melacak kedua kendaraan yang dibawa lari pelaku. Dugaan penggelapan menguat setelah polisi menemukan bukti-bukti transaksi kendaraan tanpa surat tersebut.

“Kedua motor digadaikan pada seseorang di Ngupit Klaten Jawa Tengah. Untuk kedua motor, pelaku mendapatkan uang Rp 7,5 juta. Pengakuannya untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari dan membayar hutang,” katanya.

Tanpa canggung Putri mengakui perbuatannya. Dia menggadaikan motor agar bisa melunasi motor impiannya. Terkait harga motor, dia dapatkan murah karena tidak dilengkapi surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Motor sudah saya bayar Rp 1 juta jadi kurangnya Rp 1,5 juta. Lalu kepikiran untuk gadaikan motor rental dan hasilnya dipakai untuk membayar motor saya,” jelasnya. (dwi/pra/zl/mo1)