JOGJA – Teater Jubah Macan SMAN 3 Padmanaba Jogja kembali sukses menggelar pentas di Lapangan sekolah setempat Sabtu (3/11). Pentas tersebut sekaligus peringatan ulang tahun ke-76 Padmanaba.

Tahun ini, pentas Jubah Macan yang berlangsung setahun sekali, terbuka untuk umum, dan gratis. Mengambil cerita Dandang Gendis, mampu mengundang penonton yang memenuhi lapangan bola Padmanaba malam itu.

Sebelum pentas dimulai, sempat turun hujan gerimis. Namun tidak menyurutkan animo penonton menyaksikan pentas tersebut.

“Tujuan pentas rakyat ini sebagai bakti Padmanaba kepada masyarakat Jogja. Maka pementasan ini tidak dipungut biaya masuk. Bahkan kami sediakan makanan minuman gratis untuk penonton,’’ kata Humas Jubah Macan, Afni Kurnia.

Minat masyarakat pun semakin tinggi untuk menyaksikan pentas rakyat tersebut. ‘’Kami mengusung konsep outdoor dan memakai lokasi pentas di sekolah untuk mengangkat nama Padmanaba,” kata Afni.

Dandang Gendis bercerita tentang pangeran yang hidup mengembara. Lalu kembali ke kerajaan dan menjadi raja menggantikan ayahnya.

Pangeran tersebut harus bisa menyelesaikan persoalan yang dia hadapi selama berkuasa. Adegan berunsur romansa dan komedi semakin menjadikan pementasan tersebut menarik untuk dinikmati.

Dandang Gendis diadaptasi dari naskah karangan Sanoesi Pane. Diambil dari sejarah Kerajaan Kediri,’’ kata Afni.

Pentas tersebut memberikan edukasi agar tidak bersifat egois saat mengambil keputusan. Harus memerhatikan pendapat orang lain demi kesejahteraan rakyat Kediri.

‘’Kami berharap masyarakat yang menonton Dandang Gendis mengetahui pentingnya demokrasi. Yakni untuk kepentingan bersama,’’ ujar Pimpinan Produksi, Danendra Gilang Raharjo.

Siswi Padmanaba, Angela Kirana mengatakan cerita rakyat jarang diangkat dalam sebuah teater. Jubah Macan berhasil membuat cerita rakyat menjadi tontonan yang diminati anak muda.

“Teaternya menarik karena mengangkat cerita rakyat yang dimodifikasi. Alur ceritanya tidak monoton. Ada unsur humornya yang bikin seru,” kata Angela. (crz/iwa/fj/mo1)