MAGELANG – Penolakan lahan Gunung Tidar dikepras untuk penataan kawasan parkir dan kios UMKM, bertambah. Kali ini datang dari anggota Komisi C DPRD Kota Magelang Muh Haryadi. Pria yang juga tokoh masyarakat Kampung Trunan ini menilai pengeprasan lahan justru akan menghilangkan nilai sejarah dan budaya.

“Dulu bentuk kawasan Gunung Tidar secara keseluruhan adalah elips atau bulat telur. Tapi kemudian karena ada pembangunan kompleks pertokoan Rejomulyo, bentuk telur tadi pada sisi timur laut terkepras. Lha sekarang kok malah mau dikepras lagi. Ini jelas ahistoris dan tidak berbudaya,” katanya Selasa (6/11).

Haryadi atau biasa disapa dengan Bugel, akan menolak upaya penataan kawasan Gunung Tidar selagi masih mengepras lahan perbukitan yang saat ini ditumbuhi pohon-pohon besar. Dalam pandangan mantan PNS seangkatan Wali Kota Sigit Widyonindito ini, kebutuhan parkir dan kios belum hal yang krusial.

“Lebih krusial lahan Gunung Tidar tetap dipertahankan seluas ini, demi sejarah dan budaya. Atau kalau memang mau menata parkir, ya jangan mengepras lahan, cari lahan lain. Apalagi secara lingkungan banyak pohon besar yang berfungsi sebagai paru-paru kota dan penahan longsor,” tuturnya.

Haryadi yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar itu mengaku ingat pesan mendiang Sultan HB IX saat berkunjung ke Magelang. Saat itu, dirinya masih sekolah tingkat dasar. “Sinuhun berpesan kepada mendiang bapak saya, Darmo Wikarto, bayan Trunan saat itu. Bahwa lahan Gunung Tidar tidak boleh diowah-owah. Karena posisi Gunung Tidar merupakan pakuning tanah Jawa. Ini bukan bermaksud musyrik lho,” ungkapnya.

Pemkot Magelang diminta mencari lahan lain untuk penataan parkir Gunung Tidar. “Dengan membongkar kios Rejomulyo sisi selatan, sebenarnya sudah cukup untuk tambahan parkir bus. Kalau pun mau ngotot tambah lahan, bisa cari tanah yang lain, kan malah bisa menimbulkan mutiple effect, kalau mau ke Gunung Tidar harus naik ojek atau becak,” ujarnya.

Seperti diketahui, Komisi C DPRD Kota Magelang melayangkan sikap keberatan terhadap kebijakan pemkot, ihwal rencana perluasan lahan parkir wisata Gunung Tidar pada tahun 2019. Dewan menilai konsekuensi berupa pengeprasan Gunung Tidar dan penebangan pohon terlalu besar, dibandingkan asas kemanfaatan, karena hanya memperluas area parkir saja.

“Kami minta pemkot mengevaluasi rencana ini. Jangan sampai luas Gunung Tidar berkurang,” tegas Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil. (dem/laz/by/mg3)