SLEMAN – Jip wisata di Kaliurang maupun Kaliadem masih menjadi andalan menggaet wisatawan. Namun dari 750-an lebih jip wisata itu belum semuanya memenuhi syarat.

Kondisi tersebut yang terus disoroti Pemkab Sleman agar komunitas jip berbenah. Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Sisi Timur, Bambang Sugeng menjelaskan pihaknya setiap hari berusaha melengkapi jip wisata termasuk keahlian driver.

“Kami sudah mulai berbenah. Dari Oktober 2018 lalu Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman sudah melakukan pelatihan untuk driver,” kata Bambang di sela launching Tri Pakarti Musna di Bumi Perkemahan Wonogondang, Cangkringan, Selasa (6/11).

Bambang menjelaskan dengan adanya insiden yang terjadi membuat pihaknya tidak sembarangan merekrut driver. Paling tidak driver memiliki surat izin mengemudi (SIM). “Punya SIM juga tidak langsung bisa sah, harus melewati tes praktik dulu,” ujarnya.

Terkait kondisi kendaraan, Bambang menegaskan semua armada layak. Kendati bodi jip ada yang usang, dia berdalih itu hanya faktor tahun kendaraan saja.
“Nantinya kami juga menerapkan cek poin, jadi bukan hanya pengecekan di bengkel atau di komunitas tapi di jalan kondisi jip juga dicek,” kata Bambang.
Petugas Penguji Kendaraan Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Zaenal Arifin menjelaskan saat pengecekan menemukan beberapa komponen tidak layak.

Pada sistem kemudi ada bagian yang dilas, tutup radiator tidak ada, hand rem tidak ada, tie rod kocak, aki tidak standar dan masih banyak lagi.
“Dari bulan lalu masih ada 300 jip dengan permasalahan yang hampir serupa,” ujar Zaenal.

Dia menyayangkan penggunaan mesin jip yang tidak sesuai. Sebab, kendati bentuk fisiknya jip, mesin yang digunakan mengambil mesin mobil lain.
“Untuk standar operasional masih butuh perbaikan lagi,” kata Zaenal.

Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengda DIJ, Inung Nurfajri menjelaskan ada beberapa syarat khusus yang tidak boleh dilangar. Penggunaan sabuk pengaman, roll bar, pintu, dan helm merupakan standar keamanan yang harus ada.

“Itu mutlak, tidak boleh ditawar,” kata Inung.
Kapasitas jip idealnya hanya muat empat sampai lima orang. Tergantung ukuran jip. “Mulai November kami membuat pelatihan untuk meningkatkan skill driver,” ujarnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) menyambut baik Program Tri Pakarti Musna. Tiga poin utamanya adalah musna kecelakaan, musna laporan dan musna temuan.

“Semua itu kaitannya dengan keselamatan dan kenyamanan para wisatawan,” kata SP. (har/iwa/rg/mg3)