SLEMAN – PSS Sleman berhasil mengamankan tiga angka di laga krusial dengan mengalahkan Madura FC 1-0 dalam babak delapan besar Liga 2 Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Selasa (6/11). Gol semata wayang Super Elang Jawa lahir dari bunuh diri pemain Madura FC, Mohammad Choirul Rifan (81′).

Atas raihan poin penuh itu, PSS kini bercokol di peringkat kedua klasemen Grup B dengan nilai 4. Posisi ini di bawah Persiraja Banda Aceh yang untuk sementara bertengger di puncak dengan nilai 6, setelah di laga sebelumnya mengalahkan Persita Tanggerang 2-0.

Skuad Super Elja belum sepenuhnya menunjukkan kualitas sebagai tim yang layak bermain di Liga 1. Melawan skuad Jokotole, julukan Madura FC, Bagus Nirwanto dkk masih belum memperlihatkan penampilan terbaiknya. Rangga Muslim dkk masih tampak kesulitan menciptakan gol ke gawang lawan, meski memiliki sejumlah peluang.

“Pertandingan cukup berat, cukup sulit, cukup melelahkan bagi kami,” kata Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara seusai laga. Ia menyatakan cukup puas atas raihan tiga poin yang didapat, meski harus dilalui dengan perjuangan yang cukup berat.

Seto mengaku lega karena target meraih kemenangan di laga kandang perdana bisa dicapai melalui kerja keras para pemainnya. Selama 90 menit, PSS Sleman memang mendominasi pertandingan. Namun, ketatnya lini pertahanan yang dikawal Erwin Gutawa dkk, membuat Chrstian Gonzales kesulitan untuk membuka kran gol.

El Loco, julukan Gonzales, memiliki dua peluang emas, yang gagal dikonversi menjadi gol. Begitu juga dengan Ichsan Pratama, golnya ke gawang tim tamu dianulir wasit karena dianggap berada di posisi off side. Sementara peluang emas tim tamu lahir dari kaki Gufroni Al Maruf, setelah sepakannya membentur tiang.

Kemenangan PSS di laga kandang perdana memang memiliki sejumlah catatan. Selain lini depan yang kurang tajam, barisan tengah PSS pun terlihat masih kurang padu meski Dave Mustaine sudah dimainkan.

Bahkan, Seto harus menarik Qiscill Gandrum Minny dan memasukkan Slamet Budiono untuk menambah daya gedor Super Elja. “Lini tengah kami memang kurang rapat dan kurang cair dalam bermain,” jelasnya.

Kapten tim Bagus Nirwanto mengaku cukup puas atas raihan poin penuh yang dicapai di laga kemarin. “Para pemain sudah menerapkan instruksi dari pelatih, dan kami layak memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Sementara itu, Pelatih Madura FC Salahudin tetap mensyukuri meski timnya kalah dari PSS Sleman. Dia pun memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang telah berjuang keras selama 90 menit. “PSS merupakan tim berkualitas, kami siap membalas kekalahan di kandang,” tegasnya. (bhn/laz/by/mg3)