BANTUL – Progres program smart city yang dicanangkan pemkab terus bergulir. Yang terbaru, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul bakal memutakhirkan kawasan smart city. Itu ditandai dengan rencana pemasangan instalasi internet baru di beberapa titik pada 2019. Antara lain, di kawasan Lapangan Paseban, Pasar Bantul, dan sejumlah objek wisata (obwis).
Menurut Kepala Diskominfo Bantul Nugroho Eko Setyanto, dinas tidak sembarang memasang instalasi internet baru. Terutama, di kawasan wisata. Pemasangan instalasi internet harus dibarengi dengan peningkatan perekonomian masyarakat. Sebab, smart city di antaranya bertujuan untuk mendongkrak perekonomian.

”Sehingga kami masih harus menyurvei lokasi wisata,” jelas Nugroho di Kompleks Parasamya, Senin (5/11).

Nugroho menyebut ada beberapa obwis yang telah terpasang bandwidth. Di antaranya, kawasan Kaki Langit Mangunan, Museum Tani Kebonagung, kawasan Pucung, Wukirsari, dan kawasan wisata Tembi. Seluruh kantor kecamatan juga telah terpasang fasilitas internet gratis.

Namun, pejabat yang tinggal di Gilangharjo, Pandak, ini mengungkapkan, dinas bakal membatasi penggunaan internet di kantor kecamatan. Setidaknya dimulai pukul 08.00 hingga pukul 21.00. Sebab, tidak sedikit yang mengakses internet di kantor kecamatan hingga dini hari.

”Kan kami tidak tahu (mereka) akses apa saja,” ucapnya.

Di tengah persiapan pemasangan instalasi internet baru, Nugroho mengungkapkan, dinas juga sedang mempersiapkan infrastruktur. Seperti pembuatan warehouse. Piranti ini untuk mengakomodasi seluruh data.

”Kami juga mencoba untuk menyinergikan teknologi fiber optik untuk internet. Termasuk keamanan informasi dengan pembangunan DRC,” tambahnya.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendorong pemutakhiran smart city harus dilakukan secepatnya. Sebab, kebutuhan masyarakat kian mendesak. Kendati begitu, Halim juga mengingatkan aparatur sipil negara harus memahami aspek transformasi digital.

”Agar mudah melindungi masyarakat terhadap kabar bohong,” tegasnya. (ega/zam/fj/mo1)