Kisah Citra Novita Anggelia Putri, Pramugari Lion Air JT 610, di Mata Kerabat

DOKUMEN PRIBADI

Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610, Senin (29/10) mengundang duka mendalam bagi keluarga Citra Novita Anggelia Putri. Gadis ayu ini tercatat sebagai salah seorang pramugari di pesawat nahas itu.

FRIETQI SURYAWAN, Magelang

PERASAAN Puji Lestari masih terguncang. Ketika mendengar kabar Lion Air JT 610 terjatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Tak lama setelah take off dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Puji dirundung duka. Lantaran sang putri, Citra Novita Anggelia Putri, sedang bertugas di dalam pesawat itu. Sebagai pramugari. Puji enggan menemui tamu yang menyambangi kediamannya. Di Dusun Bayanan Wetan, Pasuruhan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Hingga mendapat kejelasan tentang nasib putri bungsunya.

“Informasinya kan masing simpang siur. Hanya ada daftar nama-nama penumpang yang beredar di media sosial,” ungkap Kepala Dusun Bayanan Wetan Warsono di rumah korban, Senin (29/10).

Warsono mengaku mengenal Citra sejak kecil. Dia membenarkan jika gadis kelahiran Bandung, 6 November 1992 itu bekerja sebagai pramugari di Maskapai Lion Air. Sejak enam tahun lalu.

Ayah korban, Bambang Subagyo, tampak lebih tegar. Sesekali dia masih sempat menyunggingkan senyum kepada tamu dan kerabat yang mendatangi rumahnya. Meski gurat kegusaran tetap terpancar dari wajah pria beruban itu.

Saat Radar Jogja mendatangi kediamannya, Senin (29/10), Bambang terburu-buru meninggalkan rumah. Ditemani seorang kerabatnya, Bambang bersiap berangkat ke Jakarta. Untuk memastikan kondisi putrinya. “Terimakasih semuanya. Kami minta doa untuk anak saya. Mohon maaf saya tidak bisa memberi keterangan banyak,” ucap Bambang seraya berjalan meninggalkan rumahnya.

Duka mendalam turut dirasakan teman dekat Citra. Sebelum bekerja di Lion Air, Citra tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Penerbangan Kedirgantaraan pada 2012. Pendidikan kedirgantaraan ditempuhnya setelah lulus dari SMAN 3 Kota Magelang pada 2011. Citra juga tercatat sebagai alumnus SMPN 8 Kota Magelang. “Citra siswa kami pada 2008-2011,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Magelang Joko Tri Haryanto.

Joko sendiri punya pengalaman mengajar matematika. Saat Citra duduk di kelas 10. Karena itu dia turut terkejut saat mengetahui nama Citra masuk sebagai salah satu korban Lion Air JT 610. “Tentu kami sangat berduka dan ikut belasungkawa. Semoga saja selamat. Kalau pun meninggal, semoga husnul khatimah,” tuturnya.

Rasa kehilangan juga dirasakan teman sekelas Citra, Dian Pramudita Wardani, yang kini menjadi guru di almamaternya. Dian sekelas dengan Citra di kelas 10 jurusan IPA. Semasa sekolah, kata Dian, Citra dikenal pintar, lucu, dan tidak sombong. “Orangnya memang agak bongsor. Awalnya saya tidak percaya kalau dia jadi pramugari. Karena tubuhnya saat itu belum proporsional,” kenangnya. “Citra jarang cerita kalau ingin jadi pramugari. Eh, tahu-tahunya setelah lulus dapat kabar kalau dia sekolah pramugari,” sambung Dian.

Fitri Astuti, teman Citra semasa sekolah di SMPN 8 Kota Magelang juga mengaku sangat terkejut dengan kabar duka ini. Meskipun dia jarang bertemu dan berkomunikasi dengan Citra.

“Kalau saya hanya mengikuti kabarnya di media sosial Facebook. Dulu sewaktu sekolah Citra tidak berjilbab, tapi beberapa tahun ini sudah berhijab dan sepertinya sedang berhijrah,” ungkap Fitri yang kini menjadi karyawan di almamaternya.

Soal niatan Citra lebih menekuni agama dibenarkan tetangganya. Salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa Citra memang berniat keluar dari pekerjaan yang telah ditekuni sekitar lima tahun tersebut. Karena ingin fokus ke ibadah. Termasuk meminta keluarga mengganti kasur atau spring bed, serta membuat video rumah dari depan hingga belakang. “Iya, tadi (kemarin) ada mobil bak terbuka kirim spring bed,” ujar sumber tersebut.
Hingga siang kemarin akun facebook yang diduga milik Citra Novita Anggelia Putri terus dibanjiri ungkapan doa dan belasungkawa. Gadis berparas ayu ini terakhir menggunggah sebuah foto suasana bandara dan dua ekor pesawat berlambang Lion Air pada 8 April 2018. Di antara gambar dua ekor pesawat itu dia membubuhkan lafaz Allah di dalam tanda cinta. “Moga segera di temukan,,,dan semua dalam keadaan selamat….aamiin,” tulis salah satu akun di kolom komentar. (yog/by/mo1)