PURWOREJO – Pengembangan wisata desa menjadi salah satu bentuk komitmen perangkat desa di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Secara khusus mereka menggelar pertemuan internal Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) tingkat kecamatan di objek wisata di Desa Purbayan, akhir pekan lalu.

Beralaskan tikar dan langsung berada di tempat terbuka, mereka tetap nyaman membahas aneka persoalan ataupun informasi terkini yang berkembang terkait perangkat desa. Dari tempat itu mereka juga menyampaikan tekadnya untuk bahu membahu saling mempromosikan destinasi wisata di Kecamatan Kemiri.
Ketua PPDI Kecamatan Pituruh Budidoyo mengungkapkan, keinginan masyarakat untuk membuka atau merintis adanya wisata desa harus mendapatkan dukungan. Di Kecamatan Kemiri sendiri, belakangan ini bermunculan berbagai destinasi menarik dan layak dikunjungi.

“Gencarnya pertumbuhan atau kemunculan BUMDes dan sebagian menetapkan salah satu kegiatannya adalah wisata desa telah mendorong tumbuhnya semangat mengembangkan objek wisata,” kata Budidoyo.

Dia melihat desa berlomba-lomba menggali potensi alam dan memunculkan produk wisata unggulannya. Hanya ada beberapa persoalan yang mengelilingi, di antaranya, posisi desa relatif cukup jauh dari kota sehingga kurang mendapatkan tanggapan dari masyarakat luas.

“Ini menjadi tantangan kita bersama, bagaimana potensi yang ada itu akan lebih dikenal dan dikunjungi masyarakat. Persoalan-persoalan ini harus kita kupas bersama sehingga ditemukan jalan keluarnya,” jelas Budidoyo.

Ia menyebutkan lokasi pertemuan PPDI yang diadakan di objek Wisata Watubelah di Desa Purbayan relatif jauh dari kota kecamatan yakni sekitar 13 kilometer. Namun keinginan besar dari masyarakat untuk berkembang telah menjadikan kawasan itu menjadi lirikan tersendiri.

“Perangkat desa memiliki peran startegis karena memiliki jaringan di PPDI. Misalnya melalui pertemuan rutin seperti ini, tidak hanya perangkat desa dari Kemiri yang kami undang, ada juga dari Kecamatan Kutoarjo dan Butuh agar ikut mengenal destinasi wisata baru Desa Purbayan dan turut mempromosikan di wilayahnya,” tambahnya.

Kepala Desa Purbayan Sutrisno menyampaikan di desanya ada lima lokasi yang dikembangkan. Kelimanya adalah Agro Wisata Watu Belah Indah di Dusun Krajan, Bukit Bima di Dusun Munggangsari, serta Curug Pang Butuh, Kedung Tuki, dan Gardu Pandang di Dusun Karangrejo.

Menurutnya, meski baru dirintis setahun terakhir, sejumlah lokasi telah ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Hal itu tidak lepas dari dukungan sejumlah tokoh pemerintah kecamatan yang kerap turun ke desa secara langsung. “Desa kami memang cukup jauh tapi dengan akses jalan yang semakin mudah, kami optimistis ini akan menarik wisatawan,” kata Sutrisno. (udi/laz/er/mo1)