SLEMAN-Selain surat-surat kelengkapan berkendara, pengendara roda dua juga diwajibkan memakai helm. Sayangnya, kesadaran untuk menggunakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) masih rendah.

Oleh karena itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Sleman membagikan helm gratis kepada masyarakat di sekitar Lapangan Denggung, Selasa (9/10). Upaya ini merupakan salah satu bentuk Kampanye Keselamatan Berkendara.

Muhsinun, salah seorang warga mengaku terkejut, saat dihentikan anggota Polantas Polres Sleman. Padahal, semua surat-surat dan kelengkapan kendaraannya lengkap.Termasuk memakai helm.

Namun, pria 30 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur keliling itu bisa bernapas lega lantaran dia tidak ditilang. Justru sebaliknya, helm usang yang dia kenakan diganti Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman. “Terima kasih, helm yang baru ini lebih nyaman dari yang sebelumnya,” ungkap pria asal Magelang itu.

Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim menyebut angka kecelakaan di Sleman berkisar 17 hingga 22 persen di antaranya akibat tidak menggunakan helm. Sehingga, kampanye ini sebagai salah satu langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, ada tiga hal utama yang menyebabkan kecelakaan. Yakni, pengendara, jalan yang dilalui, dan faktor alam. Sebab, kecelakaan tidak bisa diprediksi. Karena itu, di jalan ini adalah tanggung jawab bersama. “Jadi masyarakat juga harus bijak berkendara,” ujarnya.

Kepala Dishub Sleman Mardiyana menjelaskan pembagian helm ini merupakan apresiasi bagi pengendara yang tertib namun masih menggunakan helm tipe lama. “Mereka sudah tertib, sehingga ini kami tukar dengan helm baru berstandar SNI,” kata Mardiyana.

Kendati helm yang dibagikan jumlahnya terbatas, Bupati Sleman Sri Purnomo menyebut semua sebagai contoh helm yang standar. Harpannya, tentu bisa dicontoh oleh pengendara lain. (har/din/fn)