BANTUL- Bagong Kussudiardja dikenal sebagai seniman multi talent. Dia berhasil membawa darah budaya Indonesia ke kancah dunia. Pengakuannya kini disuguhkan melalui pameran arsip yang berjudul Ruang Waktu Bagong Kussudiardja.

Kurator Seni dan Budaya Suwarno Wisetrotomo mengungkapkan sosok Bagong dikenal sebagai Budayawan, Penari, Penulis, Pelukis dan Pengajar. Semua dilakukannya dalam satu sekaligus. ”Dia memotret dan dipotret, pengamat dan diamati, menulis dan ditulis, pelaku seni dan guru besar,” tuturnya saat Conference Pers di Padepokan Seni Bagong Minggu sore (29/9).

Bagong Kussudiardja adalah seorang koreografer dan pelukis Indonesia, seniman dan aktivis budaya nasional. Lahir di Jogjakarta, 9 Oktober 1928 dan wafat pada tanggal 15 Juni 2004.Tak jarang, lanjut dia, pemikiran Bagong hadir selalu mengambil resiko. Karya-karya dari beragam perpaduan seni dengan basis tari dan teater disertai kreativitas lainnya.

”Dengan kata lain pak Bagong di mata saya menjadi mata air, pameran sangat sunyi. Menghadirkan lininimasi yang diambil dari ribuan tulisan,” tutur Dosen Institusi Seni Indonesia Jogjakarta itu.

Salah seorang putera Baging, Djaduk Ferianto menambahkan salah satu kiprah Bagong dalam perjalanan sejarah seni dan budaya Indonesia adalah kemampuannya menjadi seorang pendidik. Menginspirasi ribuan orang, yang akhirnya mencantrik dan mentrik.

”Yang nyantrik dan mentrik tersebar di wilayah Nusantara maupun Asia Tenggara,” tutur Djaduk. (cr6/pra/by/mg1)