PURWOREJO – Gas elpiji 3 kg yang sering disebut gas melon tetap menjadi isu hangat di tengah. Berbagai permasalahan kerap terdengar dari gas yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin tersebut.

Bergeser dari kabar kerap hilang di pasaran atau pun sulit didapatkan, belakangan muncul kabar masyarakat kerap mendapatkan gas melon sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Diduga gas mengalami kebocoran, jelas sangat menganggu karena bisa dipastikan ukurannya akan berkurang dari seharusnya.
Anggota DPRD Purworejo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Supangat mengungkapkan, dia mendapatkan masukan di masyarakat tentang hal itu. Ia berharap hal itu bisa ditindaklanjuti, sehingga tidak merugikan masyarakat.

“Banyak gas yang alami kebocoran. Jadi memunculkan bau tidak sedap,” kata Supangat Minggu (16/7). Dikatakan gas-gas yang mengeluarkan bau tersebut biasanya ditemukan di tingkat pedagang eceran. Adanya kebocoran itu sangat membahayakan dan mengancam keselamatan masyarakat.

“Kami minta agar ada pengawasan yang ketat. Jangan sampai gas yang bocor itu diedarkan,” tambah Supangat. OPD terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DinKUKMP) Purworejo, diminta melakukan pengawasan terhadap stasiun pengisian bahan elpiji (SPBE) agar pengisiannya bisa dilakukan sesuai standar keamanan.

“Masyarakat kecil jangan sampai dibuat rugi atas kecerobohan yang dilakukan pihak lain. Jadi ini harus benar-benar diperhatikan,” ulas Supangat.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Purworejo Gandi Budi Supriyanto belum memberikan tanggapan. Hubungan melalui sambutan telepon dan pesan pendek belum mendapatkan balasan. (udi/laz/fn)