SLEMAN – Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto memastikan langkah Direktorat Polisi Air (Dit Polair) Polda DIJ atas kasus kepiting Samas tepat. Seorang nelayan berinisial TM ditetapkan sebagai tersangka atas kasus jual beli kepiting. Dasar pelanggaran UU 45/2009.

Dalam aturan tersebut ada batasan penangkapan kepiting alam. Kepiting yang ditangkap dari alam liar tidak boleh di bawah 200 gram. Memiliki panjang karapas atau cangkang keras minimal 15 centimeter.

“Ada enam kilogram kepiting sejumlah 56 ekor dengan berat di bawah 200 gram. Penanganan kasus oleh Ditpolair sudah sesuai ketentuan dan tidak menyalahi aturan,” kata Yuliyanto di Mapolda DIJ Senin (3/9).

Mantan Kapolres Sleman tersebut mengatakan penetapan tersangka sejak 11 Agustus 2018. TM telah diperika empat kali. Dia menjadi satu-satunya tersangka atas pelanggaran penangkapan kepiting di Samas.

Yuliyanto menegaskan tidak ada penahanan. Tersangka TM hanya dikenakan wajib lapor. Selain itu hasil keputusan pengadilan hanya memberikan sanksi berupa denda nominal.

“Kalau terbukti melanggar, didenda maksimal Rp 250 juta, besaran ini yang menentukan pengadilan. Tahun lalu (2017) Ditpolair Polda DIJ juga pernah menangani kasus yang sama, dikenai denda Rp 7 juta,” ujarnya.

Yuliyanto membenarkan adanya kunjungan Satgas 115 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ke Polda DIJ. Tujuannya mengetahui detail kasus dan proses pemeriksaan. Satgas meminta pembinaan kepada tersangka.

“Minta agar dilakukan pembinaan, tapi sesuai peraturan perundangan, proses hukum tetap berjalan. Hanya untuk proses hukumnya dipercepat karena memang tidak ada penahanan,” kata Yuliyanto. (dwi/iwa/fn)