KULONPROGO – Puasa Ramadan baru dimulai kemarin. Idul Fitri masih lama, namun Bank Indonesia (BI) sudah mulai melayani penukaran uang, Kamis (17/5).

Pasar Wates menjadi lokasi pertama penukaran uang dari BI untuk wilayah Kulonprogo. Kasir BI Perwakilan Jogja Slamet Widayanto mengatakan pelayanan diberikan untuk umum, siapa saja boleh.

Mereka yang membutuhkan dan ingin menukar pecahan uang kecil, menukar uang rusak, cacat atau uang yang telah dicabut dari peredaran. Semua dilayani.

“Kami berusaha menjangkau semua wilayah. Bukan hanya di 15 pasar setiap kabupaten, tetapi juga akan dijadwalkan di kantor-kantor instansi pemerintahan. Setiap pasar akan melayani 100 orang. Setiap orang hanya boleh menukarkan uang maksimal Rp 3,7 juta,” kata Slamet.

BI berusaha maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pecahan uang kecil. Setiap jelang Lebaran, penukaran uang kecil sudah menjadi tren di masyarakat. Hal itu yang membuat BI turun memberikan pelayanan.

“BI ingin melakukan pemerataan dalam penukaran uang. Kami berusaha melayani kebutuhan masyarakat semaksimal mungkin,” kata Slamet.

Warga yang menukar uang akan mendapatkan uang pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000 dalam ukuran satu bundel. Masing-masing senilai Rp 200.000, Rp 500.000, Rp 1 juta, Rp 2 juta.

Warga Depok, Kecamatan Panjatan Yuli Lestari mengatakan dia menyiapkan uang pecahan kecil jauh hari sebelum Lebaran. “Kebetulan mau belanja, melihat ada yang menukar uang, sekalian saja saya ikut,” ujar Yuli.

Biasanya, kata Yuli, uang pecahan kecil tersebut diberikan anak-anak yang datang silaturami saat Lebaran. “Saya menukar pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu,” kata Yuli.

Sedangkan pedagang Pasar Wates Sudaryati, mengatakan dia menukarkan pecahan untuk uang kembalian pelanggannya. Sebab saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri sukar mencari uang pecahan kecil.

“Penukaran uang ini sangat membantu. Bagi pedagang bisa mempermudah transaksi. Kalau harus ke bank tidak sempat,” kata Sudaryati. (tom/iwa/mg1)