PURWOREJO-Dua kegiatan bertema lingkungan menjadi rangkaian kegiatan Peringatan Hari Bumi atau earthday Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sawunggalih Kutoarjo.

Mereka menggelar bersih-bersih pantai, penanaman pohon cemara laut dan pemberian bantuan tempat sampah.

Sedangkan kegiatan kedua penanaan ratusan pohon buah-buahan di empat desa yang ada di Kecamatan Ngombol dan Grabag. Keempat desa itu adalah Desa Susuk, Wunut, Dukuhdungus dan Desa Wonoenggal.

Dari rangkaian kegiatan itu diharapkan akan meningkatkan perhatian siswa akan pentingnya kepeduian terhadap lingkungan. “Sekolah mendorong upaya pernumbuhan karakter kepedulian siswa terhadap lingkungan. Tidak saja di sekolah tapi juga di luar sekolah,” ujar Kepala SMK Sawunggalih Kutoarjo Tri Yuliyanto, Kamis (26/4).

Pemilihan lokasi di bersih pantai yang dipusatkan di Pantai Ketawang Indah Kecamatan Grabang memang disengaja. Ini juga diharapkan akan mendorong pengunjung lokasi wisata peduli dengan sampah yang mereka hasilkan dan selanjutnya akan membuat di tempat yang disediakan. “Kami tidak sekadar turut membersihkan, namun juga memberikan bantuan tempat sampah. Akan semakin baik di objek wisata disediakan banyak tempat sampah, karena akan memudahkan pengunjung,” tambahnya.

Sedangkan pemberian bantuan bibit tanaman buah ke desa sasaran, lebih dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan hijau di sekitar permukiman warga. Tidak sekadar tanaman, pemilihan tanaman buah diharapkan bisa memberikan manfaat karena bisa dipetik buahnya. “Khusus untuk bantuan bibit kami bekerjasama dengan BP Das Serayu Opak Jogjakarta. Ada ratusan bibit yang distribusikan,” lanjut Tri.

Salah seorang guru pendamping kegiatan, Andri Wijaya mengungkapkan jika selama April 2018, SMK Sawunggalih menggelar aneka kegiatan di luar kegiatan bakti lingkungan tersebut. Beberapa kegiatan lain yang dilakukan di antaranya peringatan hari Kartini, wakaf 1000 buku, stand pameran buku, ekspresi puisi komunitas dan tari-tari tradisional. “Sengaja kami gelar banyak kegiatan karena ingin menampilkan potensi yang dimiliki anak didik,” kata Andri. (udi/din/mg1)