JOGJA – Angin puting beliung yang menyapu wilayah Baciro, Kota Jogja dan Sorowajan, Bantul, Selasa (24/4) menimbulkan cukup banyak kerusakan rumah warga. Sedikitnya 75 rumah di Baciro dan 133 lainnya di Bantul. Musibah tersebut juga menyebabkan satu kepala keluarga (KK) di RT 85, RW 20, Baciro mengungsi. Menimpa keluarga Rini Rusmarso. Keluarga Rini harus mengungsi lantaran kayu penyangga rumahnya rapuh. Tim relawan bencana Kota Jogja hanya bisa melakukan perbaikan darurat dengan menutup atap rumah-rumah warga yang rusak menggunakan seng atau spanduk bekas. “Yang penting tidak kehujanan dulu,” ujar Ketua Kampung Tangguh Bencana Gendeng, Baciro Dedi Hermawan Rabu (25/4).

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Bayu Wijayanto mengatakan, selain menutup atap rumah warga yang berlubang, kegiatan tanggap bencana difokuskan evakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan. Juga batang pohon yang menimpa kabel listrik.

“Bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga tetap ada. Berupa material non-permanen, tapi nanti setelah bantuan darurat,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi yang meninjau lokasi terdampak angin puting beliung mengimbau masyarakat memperkuat atap rumah. Melihat kondisi atap yang tersapu angin tersebut, menurut HP, sapaannya, karena pemasangannya kurang kuat. Kondisi inilah yang diduga mengakibatkan bukan hanya atap berupa genting atau seng beterbangan tersapu puting beliung. Tapi juga genting asbes hingga blandar ikut terangkat pusaran angin.

“Angin puting beliung tak bisa diprediksi. Hanya bisa dibaca gejalanya. Maka tak ada salahnya memperkuat atap rumah sebagai langkah antisipasi,” tuturnya.

Sesuai rencana proses rehab rumah diserentakkan hari ini. dengan melibatkan masyarakat setempat, unsur TNI-Polri, BPBD, dan relawan bencana.

Sementara itu, warga tiga padukuhan di wilayah Banguntapan, Bantul, sejak kemarin bergotong royong memperbaiki rumah warga terdampak angin puting beliung. Yakni di Sorowajan, Karangbendo, dan Karangjambe. “Dari 133 rumah terdampak itu mengalami rusak ringan hingga berat,” ungkap Manajer Pusdalops BPBD Bantul Aka Luk Luk F.

Camat Banguntapan Fatoni menambahkan, rehab rumah rusak diutamakan bagi warga miskin. Sedangkan bagi warga yang tergolong mampu tetap akan dibantu perbaikan rumahnya jika tingkat kerusakannya parah.

Soal nilai kerugian, Fatoni memperkirakan, mencapai Rp 250 juta. Angka tersebut masih bersifat sementara, dan kemungkinan bisa bertambah nilainya. (pra/cr2/yog/mg1)