BANTUL – Modal berharga didapat PSIM Jogja dalam ujicoba terakhir melawan Persik Kendal di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (15/4). Hendika Arga dkk menang 3-0 atas Laskar Bahurekso, julukan Persik. Tiga gol tuan rumah dibukukan Arif ‘Tumin’ Yulianto menit 48 dan 75, lalu ditambah satu gol M. Rifky menit 59.

Selain membalas kekalahan 2-0 di Kendal pekan lalu, juga meningkatkan kepercayaan diri pemain sebelum memulai Liga 2 pada 22 April 2018. Sebab menurut rilis draf jadwal Liga 2, PSIM akan disambangi runner-up ISC-B 2016 PSS Sleman.

“Menjamu PSS mungkin pertandingan besar. Tapi kami ingin pemain tidak kehilangan kontrol dan berlebihan. Kami akan lebih membenahi faktor psikis dan mentalitas bertanding,” ujar Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto kepada wartawan setelah pertandingan.

Treatment itu juga yang diberikan Erwan sepulangnya dari Kendal. Setelah kalah di Kendal, tim pelatih memberikan materi kelas dan mengevaluasi permainan dari rekaman pertandingan. Selain juga terus menjalani latihan juga pendekatan ke masing-masing pemain.

“Respons pemain dan motivasi pemain sangat bagus dan karena itulah kami bisa bereaksi seperti hari ini (kemarin),” kata Erwan.

Namun di sisi lain, pelatih yang menangani tim di musim ketiga ini mengakui jika masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Salah satunya jarak antar lini yang masih meninggalkan celah. Pemain juga belum bisa cepat mengambil keputusan. Baik ketika transisi menyerang ke bertahan maupun sebaliknya.

“Minim improvisasi dan kreativitas. Kapan masuk dan kapan harus melebar ke flank. Termasuk kapan harus bawa bola dan harus segera mengoper. Ini yang belum berjalan otomatis,” kata Erwan.

Ketika di babak pertama stagnan dan ditahan 0-0, Erwan banyak melakukan pergantian di babak kedua. Yakni dengan memasukkan M. Rifky dan Arif Yulianto, hasilnya bisa menghidupkan permainan.

Dalam pertandingan tersebut, Erwan juga memainkan banyak pemain seleksi. Namun baru Fandy Edy dan Ismail Haris yang membuatnya terkesan.

“Keduanya baru datang, tapi sudah paham cara kami bermain. Itu bisa jadi poin pertimbangan,” kata Erwan.

Di lain pihak, meskipun kalah Pelatih Persik Kendal Eduard Tjong mengapresiasi permainan anak asuhnya terutama di babak pertama. Namun memasuki babak kedua ketika konsentrasi dan fokus hilang permainan berubah.

Instruksi tidak lagi bisa berjalan. “Positifnya kami bisa menjajal mental dengan bermain di bawah tekanan suporter yang banyak seperti di PSIM ini,” kata Eduard. (riz/iwa/ong)