SLEMAN – Sepekan sebelum kickoff Liga 2, rencananya PSS Sleman akan menjalani uji coba terakhir. Lawan yang akan dihadapi adalah tim asal pantai utara Jawa Tengah, PSIR Rembang.”Selain sebagai uji coba, rencananya juga sekaligus sebagai proses peluncuran tim 14 April nanti,” ujar Manajer PSS Sismantoro kemarin (10/4).

Meskipun telah menyebut tanggal, format launching tim masih akan dibahas manajemen dengan perwakilan kelompok suporter. Acara perkenalan tim akan dilakukan di Maguwoharjo International Stadium (MIS). “Launching akan dikemas sebaik mungkin. Sampai saat ini masih digodok formatnya seperti apa,” tutur Lurah Candibinangun Pakem Sleman tersebut.

Mengacu pada kick off 21 April tersebut, Sismantoro pun memastikan laga persahabatan kontra PSIR Rembang nanti menjadi pertandingan uji coba pamungkas bagi skuat besutan Herry Kiswanto ini sebelum dimulainya kompetisi.

Pihaknya berharap, para pemain akan menjadikan uji coba kontra tim berjuluk Laskar Dampo Awang itu sebagai tes terakhir mereka sebelum turun di kompetisi sebenarnya. Imbasnya, Achmad Hisyam Tolle cs harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya jika ingin selalu menjadi starter di laga-laga Liga 2. “Setelah lawan Rembang kami fokus persiapan kompetisi. Jikapun ada uji coba lagi mungkin dengan tim yang levelnya ada di bawah kami,” ungkapnya.

Terkait dengan rencana merekrut pemain baru, Sismantoro menyebut saat ini pihak manajemen tengah menunggu kesangupan agen pemain tersebut. Pasalnya, kesepahaman antara manajemen Super Elang Jawa dengan calon pemain yang disebut-sebut pernah berseragam Tim Nasional (Timnas) Indonesia sudah terjalin. “Kalau antara kami dengan si pemain itu sudah 80 persen-lah (kesepakatannya), sisanya dengan agen pemain ini,” tambah Sismantoro yang sayang masih enggan menyebutkan identitas calon bidikannya tersebut.

Sementara itu untuk sponsor, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan salah satu BUMN di bidang perbankan nasional. Jika kerja sama itu terelisasi, Sismantoro mengklaim PSS adalah satu-satunya tim sepak bola di Indonesia yang pertama kali menggunakan kartu bank untuk pembelian tiket.

“Kami kerja sama dengan bank itu untuk penyediaan tiketnya. Maksudnya dengan satu kartu dari bank tersebut maka selain sudah bisa untuk membeli tiket kandang PSS juga bisa digunakan untuk ATM, belanja bahkan membayar tol,” bebernya. (riz/din/ong)