GUNUNGKIDUL – Sejumlah jembatan yang hancur diterjang banjir 28 November 2017 mulai ditangani. Tahun ini pemerintah menargetkan penuntasan pembangunan jembatan gantung di tiga lokasi.

Ketiga jembatan gantung ini, Jembatan Jelok, Desa Beji, Patuk; Jembatan Wonolagi, Desa Ngleri, Playen dan Jembatan Mojorejo, Desa Katongan, Nglipar. Melalui program pemerintah Pusat, pengerjaan akan segera dimulai.

“Kami sudah mendapatkan informasi dan tinggal pembangunannya saja,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono Rabu (14/3).

Pemkab Gunungkidul pun bergegas melakukan kajian lingkungan. Salah satunya dengan menyiapkan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).

“Dokumen ini penting karena sebagai salah satu syarat pembangunan,” kata Eddy.

Dijelaskan, kontruksi pembangunan jembatan baru disesuaikan kontruksi awal. Yakni berupa jembatan gantung. Tidak mengubah bentuk karena telah masuk program pemerintah Pusat.

“Kami berharap target pembangunan tahun ini dapat terlaksana sesuai rencana,” kata Eddy.

Salah seorang warga Jelok, Beji, Patuk, Sukri menyambut baik kabar pembangunan jembatan gantung tersebut. Merupakan pengganti jalan penghubung yang rusak saat terjadi Badai Siklon Cempaka.

“Aktivitas warga belum sepenuhnya normal. Jika tidak menggunakan perahu, harus jalan memutar dengan jarak tempuh jauh,” kata Sukri.

Tetapi aktivitas perahu masyarakat sifatnya situasional. Jika hujan deras, perahu dikandangkan. Penggunaan perahu hanya sebagai pilihan, agar perekonomian masyarakat terus berjalan.

“Kami juga terus mengimbau masyarakat berhati-hati jika menyeberang sungai menggunakan perahu. Harus melihat cuaca,” ujar Sukri. (gun/iwa/mg1)