KULONPROGO – Warga Pedukuhan Pereng, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah mengeluhkan luapan air dari Puskesmas Lendah I, Jumat (23/2). Luapan itu terjadi karena Puskesmas posisinya lebih tinggi daripada permukiman warga.

Kusmini, 45, warga setempat mengatakan ketinggian air saat hujan mencapai lutut orang dewasa. Sedikitnya lima kepala keluarga (KK) Pedukuhan Pereng terimbas. Sebelum ada pembangunan gedung baru, banjir tidak separah saat ini.

“Air meluap setelah ada pembangunan gedung baru (pusat pelayanan rawat bersalin normal) mulai Desember 2017. Kalau hujan pasti air melimpas dan merendam rumah kami,” kata Kusmini.

Menurut dia, Kondisi serupa juga dialami Legimun, Sugeng, Surono dan Ngatirah. Warga berharap persoalan tersebut segera ada solusinya.

“Soalnya tidak hanya merendam rumah, sumur juga ikut tercemar akibat luapan air hujan tersebut. Air sumur menjadi keruh dan kotor, tak bisa dikonsumsi,” ujar Kusmini.

Kepala Puskesmas Lendah I Hannie Permata Sari mengatakan pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan tersebut. Dia segera membuat sumur resapan untuk mengurangi dampak luapan air hujan.

“Kami sudah duduk bersama warga, perwakilan DPUPKP dan Dewan. Sudah kami sampaikan solusi sementara sebelum ada cara yang lebih efektif mengalihkan luapan air tersebut,” kata Hannie.

Puskesmas berencana membuat dua sumur resapan. Ditargetkan selesai Maret 2018. Setelah itu pralonisasi melewati jalan Sentolo-Brosot untuk mengalirkan air menuju saluran irigasi Sungai Progo.

“Untuk pralonisasi harus diusulkan ke Dinas Kesehatan Kulonprogo. Kemudian disampaikan kepada Provinsi karena status jalannya jalan provinsi,” kata Hannie.

Anggota Komisi III DPRD Kulonprogo Muridna mengatakan pembuatan sumur resapan menjadi solusi sementara. Pemerintah tetap harus segera membuatkan pipa saluran luapan air hujan menuju irigasi.

“Dalam waktu dekat kami akan koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) serta Dinas Kesehatan Kulonprogo untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya. (tom/iwa/mg1)