JOGJA – Sebanyak 14 pelatih mengadu peruntungan untuk menjadi pelatih tim Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) dan Pembinaan Atlet Berbakat (PAB) yang digagas oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ. Mereka menjalani seleksi baik tes tulis dan wawancara untuk bisa lolos.

Diantara jumlah tersebut ada beberapa nama-nama yang tidak asing. Mereka diantaranya membesut tim-tim yang telah dikenal di DIJ. Yaitu diantaranya eks asisten pelatih PSS Sleman Edi Subroto; pelatih Gama FC Lilik Winarno; pelatih PSS U-17 Piala Suratin Lafran Pribadi, Didik Wisnu pelatih kiper PSIM dan asisten PSIM Jogja Ananto Nurhani.

Bahkan Ananto sebelumnya pernah membawa tim Popwil DIJ menjadi juara pada 2016 lalu. Dia mencoba mengikuti seleksi setelah PSIM sampai saat ini belum memanggilnya untuk persiapan. Kondisi juga belum menentu baginya sebab regulasi liga untuk lisensi pelatih sampai saat ini belum juga diinformasikan.

Apalagi Ananto saat ini baru mengantongi lisensi pelatih C AFC. Sementara informasi terkahir untuk tim Liga 2 dari PSSI dan operator liga mematok setidaknya mempunyai lisensi B AFC. Karena itu dirinya dan Didik mencoba mendaftar seleksi. “Intinya mencoba jadi pelatih apalagi sebelumnya bersama coach Seto pernah bisa membawa DIJ juara Popwil. Semoga jadi rezekinya,” ungkapnya kepada wartawan.

Pun dengan pelatih kiper PSIM Didik Wisnu. Karena saat ini Laskar Mataram juga belum ada tanda-tanda membentuk tim. Sehingga dia menjajal untuk mengikuti seleksi. “Tapi seandainya PSIM sudah bersiap pasti pilih PSIM. Tapi sekarang kan belum,” imbuhnya.

Sebelumnya, manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru menyebut, pihaknya akan menunggu hasil manager meeting untuk menjadi acuan membentuk tim. Dari manager meeting itu menurut Agung akan jelas regulasi untuk pemain dan pelatih.

Sehingga akan jelas, usia pemain dan lisensi pelatih yang ditentukan oleh PSSI dan operator liga. Belajar dari musim sebelumnya yang molor hingga dua bulan, menurutnya hal tersebut tidak optimal dari sisi peak performance tim dan sisi anggaran.”Kami dua bulan bayar gaji pemain padahal kompetisi mundur terus. Jadi sementara kami tunggu sampai jelas semuanya,” ungkapnya beberapa waktu lalu. (riz/din/mg1)