SLEMAN – Sempat ditutup Minggu (11/2), jemaat Gereja Santa Lidwina Bedog akhirnya diperbolehkan masuk ke rumah peribadahan. Hal ini setelah jajaran Polda DIJ mencopot garis polisi, Minggu malam. Alhasil puluhan jemaat bersama warga sekitar bisa membersihkan gereja Senin pagi (12/2).

Ketua Pastur Paroki Kemetiran Romo Yohanes Dwi Harsanto menuturkan, seluruh umat dan warga gotong royong. Terlihat pula warga lintas agama turut membersihkan puing-puing di dalam gereja.

“Sebenarnya malam tadi (Minggu) sudah boleh dibersihkan. Tapi karena sudah terlalu malam, akhirnya baru pagi ini (kemarin, Red) dibersihkan bersama-sama,” jelasnya Senin (12/2).

Keputusan untuk membersihkan agar kegiatan peribadahan bisa berlangsung normal. Selain membersihkan lantai dari noda darah, ada pula pekerjaan lainnya. Mulai memperbaiki bangku, patung, hingga mengecat ulang tembok.

Rabu besok sejatinya telah memasuki Rabu Abu. Hanya saja kondisi gereja belum memungkinkan untuk ibadah. Romo Harsanto memastikan gereja baru bisa digunakan saat jalan salib Jumat (16/2).

Mengenai traumatik, sudah pasti ada. Hanya saja pengurus gereja telah menyiapkan konsultasn trauma healing. Tujuannya agar umat yang tengah beribadah atau umat pada umumnya tidak mengalami trauma berkepanjangan. “Saya harap ini yang terakhir di Indonesia. Kekerasan atas apa pun biar ini saja yang terakhir,” ujarnya.

MEMBEKAS: Martinus menunjukkan luka di bagian punggungnya akibat sabetan pedang Suliono. (SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA)

Wakil Ketua II Dewan Paroki Kemetiran Joko Tirtono bergerak cepat. Guna mendukung peribadahan ia mendatangkan alat khusus. Alat tersebut berfungsi untuk membersihkan noda darah pada lantai gereja.

Selain umat gereja dan warga sekitar, ada juga 20 tenaga reparasi. Gereja, lanjutnya, akan dikemas dengan suasana yang baru. Setidaknya dirinya menargetkan Kamis (15/2) seluruh pengerjaan telah selesai.

“Ada genting bocor karena kena tembakan peringatan ke udara. Semuanya akan kami perbaiki agar peribadahan segera berjalan normal,” kata pria yang menjabat dirut GL Zoo Jogjakarta ini. (dwi/laz/mg1)