(ISTIMEWA)

SLEMAN – Suasana menyejukkan terlihat saat kegiatan bersih-bersih di Gereja Santa Lidwina Bedog, Senin (12/2). Di antara para jemaat gereja, juga ada beberapa warga muslim.

Satu di antaranya adalah Jirhas Ranie Artika. Dengan menggunakan sapu, dia membersihkan beberapa bagian lantai gereja. Kedatangannya juga ditemani sang suami, Ahmad Mutakim Halim.

Warga Nogotirto ini berinisiatif sendiri datang ke gereja yang tidak jauh dari rumahnya ini sejak pagi. “Kami turut prihatin dan sedih dengan peristiwa kekerasan ini. Karena itu, kami terpanggil untuk datang dan membantu di sini,” jelasnya Senin (12/2).

Menurutnya, sebagai umat beragama sudah selayaknya saling menghormati. Juga saling menolong dan membantu, termasuk jika yang lain sedang mengalami kesusahan.

Ahmad Mutakim Halim berharap aksi seperti ini tidak terulang kembali. Menurutnya Jogjakarta adalah kota yang indah. Sejak dahulu warga hidup berdampingan meski dalam latar belakang yang berbeda.

(ISTIMEWA)

Menurutnya apapun alasannya, aksi kekerasan oleh Suliono tergolong aksi kriminal. Apapun alasannya mulai dari politik, agama dan alasan lainnya tetap tidak dibenarkan. Pria yang akrab disapa Alim ini mengaku dekat dengan pengurus gereja. “Sedih karena sudah lama di sini dan kehidupan kami baik-baik saja bersama warga yang lain. Meskipun punya keyakinan berbeda,” jelasnya.(dwi/din/mg1)