GUNUNGKIDUL – Para ibu rumah tangga tidak hanya fokus pada dapur, sumur dan kasur. Mereka berkreasi dan berbisnis menjadi pengusaha.

DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Gunungkidul berupaya mewadahi kreasi para ibu rumah tangga itu. Sekaligus melakoni sebagai pelaku bisnis.

Kegiatan tersebut menelurkan sejumlah produk unggulan bagi lebih dari 30 pelaku UKM. Jenis produk yang dipasarkan mulai kuliner, batik, katering hingga penginapan.

“Kami berniat mengenalkan terlebih dahulu. Nanti ke depan akan menawarkan ke pasar yang lebih luas,” kata Ketua DPC IWAPI Gunungkidul Karnilasari Senin (5/2).

IWAPI di wilayahnya baru terbentuk empat bulan. Tahap awal, pihaknya fokus memberi kesempatan ibu rumah tangga pelaku UKM menjadi wanita hebat. “Strategi pemasaran kami menggunakan sistem offline dan online,” ujar Karnilasari.

Dia tidak merekomendasikan pemasaran ke toko berjejaring. Karena dianggap belum menguntungkan. Berdasarkan pengalaman, banyak retur, lantaran harga yang ditawarkan toko terlalu tinggi.

“Jadi selama ini model pemasaran kami offline dan online. Kami bisa kirim ke luar kota,” kata Karnilasari.

Kata dia, bergabung dalam IWAPI memiliki banyak keuntungan. Selain berbagi pengalaman bisnis juga bisa bersama-sama membangun jejaring pemasaran.

“Kami terkoneksi dengan IWAPI Pusat. Sehingga memudahkan dalam pemasaran,” ungkap Karnilasari.

Pihaknya berencana membangun galeri menampung produk unggukan anggota. Iklim positif pariwisata dapat dinikmati pengusaha dari kalangan ibu-ibu. “Kami jamin harganya miring,” kata Karnilasari.

Sekjen DPC IWAPI Gunungkidul Surani mengatakan syarat menjadi anggota harus perempuan. Kemudian kepada masyarakat yang ingin bergabung dikenai uang pangkal Rp 150 ribu.

“Uang itu, sebesar Rp 100 ribu masuk DPD IWAPI. Sisanya masuk biaya operasional di daerah. Untuk kepentingan bersama, setiap bulan ada iuran Rp 15 ribu yang masuk kas,” kata Surani. (gun/iwa/mg1)