SLEMAN – Visi Indonesia bebas Tuberkulosis (TB) mulai bergema sejak 2016. Gerakan eliminasi TB masih terus berlangsung hingga 2035. Kabupaten Sleman turut andil dengan menjalankan program nasional maupun program kesehatan dari Dinas Kesehatan Sleman.

Salah satu program yang menurun hingga level pemkab adalah TOSS-TB. Kata ini merupakan kependekan dari Temukan, Obati Sampai Sembuh TB. Rinciannya dari peta jalan Eliminasi TB, penemuan intensif, aktif, massif, kemitraan dan mobilisasi sosial.

“Untuk target nasional terkait dampak pada 2020 adalah 30 persen penurunan insiden TB. Lalu 40 persen penurunan kematian akibat TB dibandingkan 2014. Realisasi pada 2015 telah menyentuh 50 persen dan 70 persen penurunan kematian,” jelas Kepala Seksi Pencegahan dan PengendalianPenyakit Menular Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Sleman Dulzaini Senin (5/2).

Target ini, terus meningkat setiap tahunnya. Setidaknya pada 2030, target dampak 80 persen penurunan insiden dan 90 persen penurunan kematian. Target klimaks pada 2035 penuruan insiden TB hingga 90 persen dan 95 persen penurunan kematian akibat TB.

Pencegahan TB perlu komitmen dari lingkungan. Begitu pula bagi penderita harus disiplin dalam mengonsumsi obat. Ia menjelaskan lengah satu kali, pengobatan harus dimulai dari awal. Sehingga memang perlu ketelatenan untuk kesembuhan.

“Paling utama perilaku hidup bersih dan sehat. Sirkulasi udara dalam rumah harus bagus, teraliri udara dan sinar matahari. Pengobatan rutin dari awal hingga lanjutan sekitar 24 bulan,” ujarnya.

Usia rentan terserang TB adalah anak dan lansia. Sementara untuk hunian rentan terjadi di lingkungan kumuh, lapas, rutan, asrama hingga pesantren. Pertimbangannya terkait kebersihan lingkungan yang terkadang belum optimal.

Ciri-ciri terduga TB, batuk berdahak lebih dari dua minggu, dahak bercampur darah, batuk darah,sesak napas, badan lemas, nafsu makan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatanfisik. Seluruhnya ini diikuti demam lebih dari satu bulan.

“TB ini bukan penyakit keturunan, namun disebabkan oleh kuman TB. Menularnya melalui udara dan percikan air liur. Bagi orang dengan TB, batuk dan bersin wajib menutup mulut atau masker. Sebagai langkah antisipasi agar tidak menular,” jelasnya. (dwi/laz/mg1)