JOGJA – Kepergian Hadianto Ismangoen, Kamis (25/1) pekan lalu menjadi kehilangan yang besar. Tidak hanya bagi insan sepak bola di DIJ saja, namun juga persepakbolaan Indonesia. Dokter Antok sapaanya, mendarmabaktikan hidupnya untuk perkembangan sepak bola dan olahraga.

Pria yang juga dikenal sebagai dokter spesialis anak itu lama menjadi Ketum PSIM Jogja, mantan Ketum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ dan Anggota Komite Etik PSSI Pusat.

Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Joko Driyono mengatakan, almarhum selalu berkomitmen dalam upaya pembinaan dan pengembangan sepak bola. Mulai dari usia dini, junior dan bahkan sampai jenjang senior.

“Wafatnya beliau membuat kami selaku insan sepakbola nasional merasa kehilangan tokoh dan sosok panutan dalam pembinaan sepak bola nasional,” ungkap Jokdri dalam acara ‘Doa Bersama Mengenang Bapak Sepak Bola DIJ diMonumen PSSI, Kamis (1/2) malam.

Di tempat yang sama, Sekjend PSSI Pusat Ratu Tisha Destria menyebut kiprah dr Antok dalam persepakbolaan nasional memang telah banyak diakui. Hal ini dibuktikan dengan diberikannya penghargaan lifetime achievement oleh PSSI kepadanya pada 2016 lalu. “Tanpa nominasi, kami mengusulkan nama beliau dan tanpa ada sanggahan, langsung disetujui seluruh anggota panel. Itu membuktikan kiprah beliau luar biasa di sepakbola nasional selama ini,” ungkapnya.

Selain itu, Ratu Tisha juga mengatakan bahwa Asprov PSSI DIJ menjadi salah satu asprov yang aktif dan rutin menggelar kegiatan pembinaan sepak bola usia dini. Di samping daerah yang kultur dan aktivitas sepak bolanya patut dicontoh daerah lain. “Beliau sosok panutan, sepak bola nasional tentu sangat kehilangan,” tuturnya.

Sementara itu putra dr Antok,Firmansyah Hananto Setiawan mengucapkan banyak terima kasih atas apresiasi dan doa yang diberikan insan sepakbola di DIJ dan nasional kepada ayahandanya. Pihaknya berharap, apa yang telah dirintis almarhum di persepakbolaan nasional dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan. “Mewakili keluarga kami mengucapkan banyak terima kasih,” ungkapnya.

Dalam kesempatan doa bersama tersebut, insan sepak bola nasional yang hadir dan berkenan memberikan dukungannya kepada keluarga dr Antok di antaranya, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, Anggota Komite Eksekuitif PSSI Johar Lin Eng, Manajer Madura United, Haruna Sumitro dan Ketua Umum Persija Jakarta Ferry Paulus. (riz/din/mg1)