KULONPROGO – Warga penerima konsinyasi diharap secepatnya mengambil uang yang masih di bank. Sebab uang tersebut tidak berbunga.

Jika tidak diambil dan tidak diinvestasikan, nilainya justru terus menurun. Demikian disampaikan Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri (PN) Wates Nur Kholida Dwi Wati Rabu (31/1).

“Dalam proses pembebasan lahan New Yogyakarta International Airport (NYIA) kami hanya terlibat perkara konsinyasi. Saran kami, uang ganti rugi segera diambil karena hanya mengendap di bank,” kata Nur Kholida.

Sebelumnya, PN Wates dan Pemkab Kulonprogo sepakat melakukan percepatan konsinyasi. Saat ini masih ada 13 perkara konsinyasi di PN Wates yang mulai masuk tahap verifikasi.

Menurut Nur Kholida, penetapan konsinyasi akan dilakukan jika semua syarat warga maupun Aangkasa Pura (AP) I lengkap. Konsinyasi dinilai menjadi alternatif paling tepat.

“Jika menerima (dana langsung) tidak perlu konsinyasi. Namun bagi yang masih berniat menggugat atau menolak, ya akan disidangkan,” ujar Nur Kholida.

Kasubsi Pemanfaatan Tanah Pemerintah dan Penilaian Tanah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo Rusnoto Lemba Tabiu mengatakan tim pengadaan tanah masih berupaya melengkapi syarat konsinyasi. Acuannya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) 2/2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Rugi di PN, Dalam Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

“Semua proses dan syarat sudah diatur di situ. Jadi harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap Rusnoto.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan proses konsinyasi tidak akan merugikan warga. Proses konsinyasi dilakukan dengan penuh ketelitian.

“Bahkan, jika warga tidak hadir dalam sidang konsinyasi, kecil kemungkinan hak warga hilang,” kata Hasto. (tom/iwa/mg1)