RADARJOGJA.CO.IDMembayar pajak kendaraan bermotor kini semakin mudah dan cepat. Ini seiring terobosan peningkatan pelayanan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIJ dan Pemkab/Pemkot se- Provinsi DIJ. Para pemilik kendaraan bermotor tidak perlu datang jauh-jauh datang ke kantor samsat induk dan antre ketika akan membayar pajak tahunan kendaraan.

Kepala PT Jasa Raharja DIJ, RM Wahyu Widodo SH MH mengatakan, institusinya mendukung penuh upaya pemerintah daerah yang membuka layanan Samsat Desa. Menurutnya, Samsat Desa ini semakin memudahkan para pemilik kendaraan yang akan membayar pajak kendaraan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

“SWDKLLJ dikelola oleh PT Jasa Raharja dan dikembalikan lagi kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas jalan,” terang Wahyu.

Wahyu menambahkan, sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 1964 dan UU Nomor 34 Tahun 1964 bahwa tugas pokok dan fungsi PT Jasa Raharja adalah menghimpun dana dan menyantuni korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum.

Dengan demikian, setiap korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum, baik darat, laut maupun udara berhak mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja. “Korban kecelakaan lalu lintas tidak perlu khawatir memikirkan biaya perawatan. Sebab, PT Jasa Raharja akan mengcover biaya perawatan sampai dengan maksimal Rp 20 juta,” terang Wahyu.

Bagaimana bila biaya perawatan lebih dari Rp 20 juta? Wahyu menjelaskan, bila korban mempunyai kartu BPJS Kesehatan/asuransi lain maka sisa biaya perawatan akan dibayar oleh BPJS Kesehatan/asuransi lain tersebut.

“Kami sudah bekerjasama dengan rumah sakit di DIJ. Jadi, pihak rumah sakit nanti yang akan menagihkan ke PT Jasa Raharja,” papar Wahyu. (mar)