GRATHIL: Coretan di Beteng Pura Pakualaman Jogjakarta (18/12).

JOGJA – Aksi tangan grathil berupa vandalisme atau mencoret tembok Pura Pakualaman disikapi serius Kadipaten Pakualaman. Kawedanan Hageng Kasentanan Pura Pakualaman sudah memberikan ultimatum.

Pelaku vandalisme tersebut supaya dalam 3 x 24 jam meminta maaf kepada Adipati Kadipaten Pakualaman KGPAA Paku Alam X. Selain itu, permintaan maaf serupa juga dilakukan kepada keluarga besar Kadipaten Pakualaman.

Pelaku vandalisme juga harus segera membersihkan coretan di tembok Beteng Pura Pakualaman tersebut. Padahal,tembok Beteng Pura Pakualaman yang baru selesai direnovasi.

Di tembok benteng sisi timur Pura Pakualaman yang berbatasan dengan jalan Harjono, Senin (18/12) ditemui ada corat-coret bertuliskan ‘KYR’ dan ‘Hammer’. Salah seorang kerabat Kadipaten Pakualaman Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Kusumoparastho ketika dikonfirmasi membenarkan adanya vandalisme tersebut.

“Baru selesai diperbaiki, dicat ulang minggu lalu. Ini (ulah) tangan gratil,” ujarnya. Sepengetahuannya aksi vandalisme di tembok Pura Pakualaman baru kali ini terjadi.

Kusumo menyayangkan aksi vandalisme tersebut yang akhirnya juga menyasar tembok Pura Pakualaman. Menurut dia seharusnya masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga keindahan di lingkungannya. “Tapi susah juga, hampir terjadi di seluruh wilayah Jogja, harus dibangun kesadaran masyarakat,” pintanya.

Ketua Trah Pakualaman Hudayana itu juga meminta kepada aparat untuk bisa mengantisipasi vandalisme. “Masak aparat tidak pernah tahu,” katanya. Selain itu Kusumo juga menyarankan supaya memberi efek jera diberi hukuman sosial bagi pelaku yang tertangkap. “Ada sanksi sosial biar jera sekaligus mendidik,” tambahnya.(pra/amd)