GUNUNGKIDUL- Menjelang pensiun, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinstrans) Gunungkidul Tommy Harahap bermanuver. Dia melamar Gerindra sebagai kendaraan politik pada Pemilu 2019.

“Booking dulu tidak apa-apa. Semacam menyampaikan keinginan baik kepada partai maupun masyarakat,” kata Tommy Harahap kemarin.

Bukankan PNS dilarang berpolitik praktis? Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul tersebut bergeming. Dia memastikan belum aktif di partai.

“Kalau melamar, booking tidak apa-apa kan? Yang tidak boleh itu, kalau ikut dalam kepengurusan partai, ikut kegiatan partai,” kata Tommy.

Sebelumnya, Asisten I Sekretariat Daerah Gunungkidul ini menghadiri sosialiasi Partai Gerindra. Dia bersama Ketua DPC Partai Gerindra Gunungkidul Ngadiyono berada di Desa Putat, Kecamatan Patuk kemarin.

Tommy juga memberikan testimoni di hadapan warga Desa Putat. “Membantu pak Ngadiyono dari Partai Gerindra. Pertemuan tidak hanya malam ini, tapi dilanjutkan pertemuan selanjutnya,” kata Tommy.

Ketua Panwaslu Gunungkidul Antok mengatakan PNS, TNI, Polri tidak boleh berpolitik praktis. Namun, jika hanya sebagai peserta dalam suatu acara parpol, tidak masalah, asal menanggalkan seragam PNS-nya.

“Sekarang ada klausul baru. Kami diminta melakukan pemantauan terhadap netralitas TNI, PNS, dan Polri. Termasuk memantau money politics,” kata Antok.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul melakukan verifikasi nama anggota parpol bermasalah. Dari pengecekan, nama yang diserahkan partai calon peserta Pemilu 2019 memiliki identitas keanggotaan partai ganda, berstatus Polri, dan PNS aktif.

Ketua KPU Gunungkidul Zainuri Ikhsan mengatakan dari ribuan nama yang diserahkan parpol, beberapa di antaranya bermasalah. “Berasal dari profesi yang dilarang untuk menjadi anggota partai politik yakni Polri dan PNS,” kata Zainuri.
Dia enggan menyebut partai mana yang bermasalah. Dia berdalih belum bisa mengungkapkan karena sedang tidak ada di kantor.

“Persoalan ini sudah kami sampaikan ke Panwaslu. Rekomendasinya adalah pencoretan nama-nama tadi. Sekarang sudah dicoret,” kata Zainuri. (gun/iwa/ong)