RADARJOGJA.CO.ID – Imbauan Presiden RI Joko Widodo agar seluruh instansi pemerintah memberikan pelayanan yang terbaik dan cepat kepada masyarakat mendapat respon serius dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pada 18 April lalu, Direktorat Lalu Lintas Polda DIJ bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ dan PT Jasa Raharja mendirikan kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Desa.

Keberadaan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di tingkat Desa mendapat sambutan positif masyarakat pemilik kendaraan bermotor. Sebagai bukti, setiap harinya wajib pajak (WP) pemilik kendaraan bermotor yang mengunjungi Samsat Desa puluhan orang.

Dari data yang diperoleh Radar Jogja Online, Samsat Desa yang berada di lima kabupaten/kota di Jogjakarta menerima pembayaran pajak kendaraan bermotor rata-rata sebanyak 70 orang. Umumnya, mereka yang membayar pajak di Samsat Desa adalah warga sekitar desa setempat atau masyarakat yang bekerja di kantor tak jauh dari Samsat Desa berada.

“Pemilik kendaraan yang bayar pajak di sini biasanya dari Kecamatan Pakem, Ngemplak, Ngaglik, Cangkringan, dan pemilik kendaraan yang bekerja di sekitar Kecamatan Pakem,” kata Vuad Avidah, petugas PT Jasa Raharja di Samsat Desa Pakembinangun, Pakem, Sleman.

Samsat Desa Pekembinangun buka mulai Senin hingga Sabtu. Untuk operasionalnya, Senin-Kamis buka dari pukul 08.00-12.00, sedangkan Jumat dan Sabtu buka pukul 08.11.

Berbeda dengan Samsat Pakembinangun, Samsat Desa Rongkop Kecamatan Rongkop, Gunungkidul pada Senin-Kamis buka mulai pukul 09.00 hingga 12.00 dan Jumat-Sabtu buka mulai pukul 09.00. “Bukanya kami mulai jam 09.00 karena lokasinya jauh dari Kota Jogja. Petugas yang jaga harus absen dulu ke kantor pusat,” kata Penanggungjawab PT Jasa Raharja Gunungkidul, Suhadi.

Namun demikian, antusiasme masyarakat Desa Rompok dan sekitarnya terhadap kehadiran Samsat Desa sangat tinggi. Ini dibuktikan dengan kedatangan wajib pajak yang membayar pajak di Samsat Desa setiap harinya mencapai 20an orang.

“Masyarakat merasa terbantu, tidak perlu datang jauh-jauh ke ibu kota Kabupaten Gunungkidul. Efisien biaya dan waktu,” jelas Suhadi.

Dedi Mulyana, warga Kaliurang mengaku senang dengan adanya Samsat Desa Pakembinangun, Pakem. Dengan Samsat Desa ini dirinya tidak perlu repot-repot datang ke Samsat Induk yang berada di Jalan Magelang Sleman. Ia pun masih dapat menjalankan pekerjaannya seperti biasa.

“Tidak sampai satu jam, bayar pajaknya sudah selesai. Cepat dan mudah. Efisien waktu dan biaya,” terang Dedi usai membayar pajak sepeda motor di Samsat Desa Pekembinangun. (mar)